Tutup
TeknologiTelekomunikasi

Rusia Luncurkan Rassvet, Saingi Starlink di Orbit Bumi

457
×

Rusia Luncurkan Rassvet, Saingi Starlink di Orbit Bumi

Sebarkan artikel ini
menjepit-starlink
Menjepit Starlink

Jakarta – persaingan di orbit rendah Bumi semakin memanas. Dominasi Starlink, layanan internet satelit milik Elon Musk, kini mendapat tantangan serius.

Setelah China berencana meluncurkan ratusan ribu satelit, Rusia juga ambil bagian dalam persaingan ini.

Kepala Badan Penerbangan dan Antariksa Rusia (Roscosmos), Dmitry Bakanov, mengumumkan rencana peluncuran layanan internet berbasis satelit pada 2027.

Bakanov bahkan memamerkan terminal rancangan Rusia yang akan digunakan untuk mengakses internet broadband satelit tersebut.

Perangkat ini diklaim mampu menghubungkan pengguna di seluruh dunia.

“Produksi massal akan dimulai sebelum akhir tahun ini,” ujar Bakanov, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (19/1/2026).

Sistem Rusia ini bernama “Rassvet” (yang berarti fajar). Lebih dari 300 satelit akan membentuk konstelasi orbit untuk memastikan sistem ini beroperasi penuh pada tahun depan.

Starlink saat ini memimpin dengan lebih dari 9.000 satelit di orbit rendah Bumi. Layanan ini diluncurkan pada 2020 dan mengklaim telah menjangkau lebih dari 9 juta pengguna di lebih dari 150 negara dan wilayah.

Namun, Starlink belum tersedia secara resmi di Rusia.

Pada November 2025, Kepala Komite Kebijakan Informasi Parlemen Rusia, Sergey Boyarsky, menyatakan bahwa konstelasi satelit orbit rendah Bumi akan menjadi respons Moskow terhadap Starlink.

Proyek Rassvet, yang dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan Bureau 1440, diharapkan memberikan “lompatan kualitatif” dalam menyediakan komunikasi ke wilayah terpencil Rusia.

Pemerintah Rusia juga berencana memberikan akses ke Rassvet kepada negara-negara sekutu.

Starlink sendiri telah memainkan peran penting bagi pasukan Ukraina dalam konflik dengan Rusia.

Layanan ini memungkinkan koordinasi operasi, pengawasan, dan pengoperasian sistem drone.

Menurut pihak berwenang Kiev, Ukraina telah menerima lebih dari 50 ribu terminal Starlink sejak 2022.

Elon Musk bahkan menyebut Starlink sebagai “tulang punggung tentara Ukraina” dan mengklaim bahwa “seluruh garis depan mereka akan runtuh jika saya mematikannya.”

Pihak berwenang Rusia telah berulang kali menyatakan kekhawatiran tentang penggunaan Starlink sebagai persenjataan teknologi.

Militer Rusia juga telah mengembangkan sarana peperangan elektronik untuk mengganggu sinyal Starlink.