Tutup
InvestasiPerbankan

Ekonomi Indonesia Bertahan, Pemerintah Optimistis Pacu Pertumbuhan

100
×

Ekonomi Indonesia Bertahan, Pemerintah Optimistis Pacu Pertumbuhan

Sebarkan artikel ini
pemerintah-optimis-prospek-ekonomi-indonesia-tetap-tangguh-di-2026
Pemerintah Optimis Prospek Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di 2026

Jakarta – Pemerintah Indonesia optimistis ekonomi nasional akan tetap kuat di masa depan.Basic ekonomi yang terjaga dan stabilitas makroekonomi yang terus menguat menjadi alasan utama keyakinan tersebut.

Optimisme ini diperkuat dengan proyeksi dari dana Moneter Internasional (IMF).

IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,0% pada tahun 2025 dan 5,1% pada tahun 2026.

Proyeksi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menilai proyeksi IMF ini sebagai indikasi kondisi ekonomi domestik yang solid.

“proyeksi IMF ini menunjukkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan terjaga, meskipun tekanan global masih cukup tinggi,” ujar Haryo dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/1).

Pemerintah, lanjutnya, akan terus memastikan kebijakan yang diambil responsif dan antisipatif untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi.

Selama satu dekade terakhir, ekonomi Indonesia stabil tumbuh di kisaran 5%.

Hal ini didukung oleh efektivitas kebijakan makroekonomi,inflasi yang terkendali,dan disiplin fiskal dalam pengelolaan anggaran negara.

Pengelolaan fiskal yang hati-hati dengan menjaga defisit anggaran pada batas aman juga meningkatkan kepercayaan pasar internasional.

Ini menjadi faktor utama yang menopang ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak pasar keuangan dunia.

Indonesia dinilai memiliki ruang pertumbuhan yang lebih besar melalui perbaikan iklim investasi dan efisiensi modal.

Posisi strategis Indonesia dalam peta ekonomi global juga membuka peluang investasi jangka panjang.

pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% dalam asumsi makro APBN 2026.

Target ini diyakini dapat tercapai jika realisasi investasi dan tingkat konsumsi domestik terus menguat.

Meskipun proyeksi IMF sedikit di bawah target APBN, pemerintah tetap optimistis melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

langkah ini dilakukan melalui percepatan belanja produktif dan perluasan akses pasar untuk memperkuat struktur ekonomi.

Tantangan berupa ketidakpastian global dan fluktuasi pasar keuangan tetap menjadi perhatian serius.

Pemerintah terus memperkuat koordinasi kebijakan, menjaga stabilitas makroekonomi, dan mendorong peningkatan produktivitas nasional.

Tujuannya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Ke depan, Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat daya saing nasional agar pertumbuhan ekonomi tetap berada pada jalur yang positif serta mampu menciptakan peluang yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Haryo.