Tutup
EkonomiInvestasiPerbankan

IHSG Anjlok, Dirut BEI Mundur: Tanggung Jawab Pasar?

106
×

IHSG Anjlok, Dirut BEI Mundur: Tanggung Jawab Pasar?

Sebarkan artikel ini
kronologi-ihsg-anjlok-dua-hari-beruntun-hingga-bikin-dirut-bei-mundur
Kronologi IHSG Anjlok Dua Hari Beruntun hingga Bikin Dirut BEI Mundur

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8% dalam dua hari berturut-turut, Rabu (28/1) dan kamis (29/1). Kondisi ini membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa melakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan sebanyak dua kali.

Di tengah gejolak pasar modal, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (30/1).

Iman Rachman menyatakan pengunduran diri ini sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal yang kurang kondusif.

“Saya sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri,” ujar Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta.

Berikut kronologi lengkap ambruknya IHSG yang berujung pada pengunduran diri Dirut BEI:

pada Rabu, IHSG terus merosot sejak awal perdagangan.Pada penutupan sesi pertama, indeks saham anjlok 7,34% ke level 8.321.

Data RTI infokom mencatat, 764 saham mengalami penurunan, hanya 30 saham yang naik, dan 10 saham stagnan pada sesi pertama.

Pukul 13.43 WIB, IHSG semakin terpuruk hingga 8% ke level 8.261.

BEI membekukan sementara perdagangan (trading halt) dan kembali membukanya pada pukul 14:13:13 WIB.

“Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%,” jelas Sekretaris Perusahaan BEI,Kautsar Primadi Nurahmad,dalam keterangan resmi.

Kautsar menjelaskan penyebab utama ambruknya IHSG adalah pengumuman dari Morgan Stanley Capital international (MSCI) pada Rabu pagi.

“OJK, IDX, dan KSEI akan terus melakukan diskusi dengan MSCI,” kata Kautsar.

BEI mengklaim telah meningkatkan keterbukaan dengan menyampaikan pengumuman data free float di situs web BEI.

“Namun jika dirasakan MSCI belum cukup, kami akan terus melakukan diskusi atas transparansi data sesuai proposal MSCI untuk menemukan kesepakatan,” ujarnya.

MSCI membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia karena kekhawatiran terkait isu free float dan aksesibilitas pasar.

MSCI menerapkan interim freeze yang berlaku segera, meliputi pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.

“Langkah ini diambil untuk membatasi risiko turnover indeks dan menjaga akses investability,” tulis MSCI dalam keterangannya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai kebijakan MSCI ini sebagai momentum evaluasi bagi BEI dan regulator pasar modal. Ia mengimbau investor untuk tidak panik.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, juga menuding keputusan MSCI membekukan sementara rebalancing index di pasar saham RI sebagai penyebab utama anjloknya IHSG.

Purbaya menyebut MSCI menyoroti sejumlah persoalan di pasar saham Indonesia, mulai dari transparansi hingga rendahnya free float saham, yang memicu aksi jual besar-besaran.

Namun, Purbaya menilai reaksi pasar terhadap laporan tersebut berlebihan. Ia menegaskan laporan MSCI masih bersifat awal dan memberikan waktu perbaikan hingga mei 2026.

“ini saya pikir reaksi yang berlebihan, karena kan ini baru laporan pertama kan. Masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei kan,” ujar Purbaya.

Pada hari berikutnya, BEI kembali membekukan sementara perdagangan saham (trading halt) pada pukul 09:26:01 WIB dan membukanya kembali pada pukul 09:56:01 WIB.

“Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga saham gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resmi, Kamis (29/1).

Pada Kamis pagi (29/1), IHSG dibuka pada level 8.027 dan kemudian merosot 8 persen ke 7.654. Sebanyak 658 saham terperosok, 33 saham berpotensi naik, dan 20 emiten stagnan.

“Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan IHSG yang mencapai 8 persen,” ujar Kautsar.

Pada Jumat (30/1), Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab atas ambruknya IHSG dalam dua hari terakhir. Ia berharap keputusannya ini menjadi yang terbaik untuk pasar modal Indonesia.

“Semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” ujarnya.

Iman menjelaskan proses administrasi terkait pengunduran dirinya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.

“Nanti akan ada sementara (pelaksana tugas) yang akan ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif direktur utama yang baru,” ujar pria yang menjabat Dirut BEI sejak RUPST 29 Juni 2022 ini.