Tutup
Perbankan

Listrik dan EBT Digenjot, Polusi Indonesia Berkurang?

277
×

Listrik dan EBT Digenjot, Polusi Indonesia Berkurang?

Sebarkan artikel ini
esdm-ingatkan-ebt-dan-kendaraan-listrik-bukan-pilihan,-tapi-kebutuhan
ESDM Ingatkan EBT dan Kendaraan Listrik Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan

Jakarta – pengembangan kendaraan listrik (EV) dan energi baru terbarukan (EBT) bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Hal ini ditegaskan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai upaya menekan polusi dan emisi karbon di Indonesia.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan EV adalah instrumen penting dalam menurunkan emisi, sejalan dengan kebijakan pemerintah.

“Electric vehicle salah satu poin yang harus kita cermati sebagai tools untuk menurunkan emisi,” kata Eniya dalam EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN indonesia, Selasa (3/2).

Pengembangan EV terintegrasi dengan dorongan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

“Pemerintah menangkap bahwa electric vehicle harus jalan dengan upaya untuk mendorong hilirisasi dan industrialisasi serta meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.

Selain transportasi, Eniya menekankan pentingnya EBT dalam menekan polusi, terutama di sektor ketenagalistrikan yang masih bergantung pada energi fosil.

“Di sisi lain kita juga harus menumbuhkan renewable energy karena salah satu solusi untuk menurunkan emisi,” jelasnya.

Pemerintah terus memperluas akses listrik berbasis energi bersih ke seluruh Indonesia sebagai bagian dari transisi energi. Targetnya, seluruh wilayah Indonesia terlistriki paling lambat pada 2029.

Upaya percepatan EBT dan EV telah menunjukkan hasil nyata, baik dari sisi penurunan emisi maupun perbaikan kualitas lingkungan.

“Dengan adanya realisasi penambahan di sektor elektrifikasi ini, ini sudah membantu juga menurunkan emisi sebanyak 82,47 juta ton,” ucap Eniya.

Ke depan, pemerintah akan terus mengakselerasi pengembangan EV dan EBT agar transisi energi berjalan konsisten, sekaligus menjawab tantangan polusi dan perubahan iklim.

“Jadi kita berharap salah satunya electric vehicle menjadi salah satu tools untuk menurunkan emisi ini,” pungkasnya.