Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit kembali pada perdagangan Rabu (4/2/2026). sempat terkoreksi di sesi pertama, IHSG akhirnya ditutup menguat.
IHSG naik 0,30 persen atau 24,12 poin ke level 8.146,72.
Data Stockbit menunjukkan tren penguatan IHSG sejak sesi kedua. meski begitu, level tertinggi 8.193 saat pembukaan pasar belum terlampaui.
Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp 25,74 triliun dengan volume perdagangan 2,89 juta transaksi.
Sektor bahan baku menjadi pendorong utama kenaikan IHSG dengan lonjakan 3,32 persen. Sektor keuangan juga naik 1,16 persen.
Sektor industri (0,72 persen),transportasi (0,17 persen),dan teknologi (0,03 persen) turut menyumbang penguatan.
Namun, tidak semua sektor bernasib baik. Sektor konsumer siklikal anjlok 4,02 persen.
Sektor infrastruktur juga terkoreksi 2,41 persen. Sektor konsumer non-siklikal turun 1,63 persen, properti turun 0,79 persen, energi turun 1,16 persen, dan kesehatan turun 0,33 persen.
Analis Phintraco sekuritas mencatat, secara teknikal, histogram negatif MACD cenderung mengecil. Indikator stochastic RSI bertahan di area oversold.
“Berlanjutnya rebound harga emas dan perak menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan indeks,” tulis Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Phintraco Sekuritas juga mencatat tiga emiten saham dengan kenaikan harga tertinggi di jajaran saham unggulan (LQ45):
* PT Bank Tabungan Negara (Persero) tbk (BBTN), naik 9,39 persen atau 115 poin menjadi 1.340.
* PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN),melonjak 8,73 persen atau 600 poin ke level 7.475.
* PT Barito Pacific Tbk (BRPT), menguat 7,58 persen atau 150 poin ke area 2.130.







