Tutup
NewsPendidikanPerdagangan

Payakumbuh Utara Susun Prioritas, Pertanian dan Perdagangan Didorong

297
×

Payakumbuh Utara Susun Prioritas, Pertanian dan Perdagangan Didorong

Sebarkan artikel ini
buka-musrenbang-kecamatan-payakumbuh-utara,-nofriwandi-ingatkan-potensi-pertanian-dan-perdagangan
Buka Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Utara, Nofriwandi Ingatkan Potensi Pertanian dan Perdagangan

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Payakumbuh Utara,Jumat (6/2/2026). Musrenbang ini untuk membahas rencana pembangunan tahun 2027.

Asisten I setdako Payakumbuh, Nofriwandi, membuka acara yang berlangsung di Aula Kantor Camat Payakumbuh Utara. Ia mewakili Wali Kota Zulmaeta.

Nofriwandi mengatakan musrenbang tingkat kelurahan telah dilaksanakan pada 8-22 Januari 2026 di sembilan kelurahan. Partisipasi masyarakat dinilai tinggi.

“Partisipasi masyarakat yang tinggi dalam Musrenbang ini mencerminkan soliditas dan keterlibatan aktif dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia menekankan Musrenbang adalah forum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara berjenjang.

“Musrenbang ini menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Nofriwandi mengingatkan keterbatasan anggaran daerah. Program harus disusun berdasarkan skala prioritas.

“Kita harus memilih program yang paling berdampak dan paling menyentuh kebutuhan warga,” katanya.

Menurutnya, tahun 2027 adalah tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Payakumbuh 2025–2029.

“Arah kebijakan pembangunan tetap kita fokuskan pada peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan layanan publik,” jelasnya.

Data DTSen 2025 menunjukkan masih ada 864 kepala keluarga di Payakumbuh Utara yang berada pada desil 1,serta 19 balita stunting dan 714 keluarga berisiko stunting.

“Data ini harus menjadi dasar intervensi lintas sektor yang tepat sasaran, terutama untuk stunting dan kemiskinan,” imbuhnya.

Selain itu,masih ada enam KK yang belum memiliki akses air minum layak dan 64 KK belum memiliki jamban sehat.

“Masalah dasar seperti air bersih dan sanitasi harus kita selesaikan bersama,” tuturnya.

Nofriwandi menilai Payakumbuh Utara memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perdagangan.

“Kita dorong perbaikan irigasi, jalan usaha tani, serta pengembangan UMKM berbasis hasil pertanian agar produktivitas dan pendapatan warga meningkat,” harapnya.

Pemerintah pusat masih mengalokasikan DAU kelurahan sebesar Rp200 juta per kelurahan pada 2026.

“Dana itu kita arahkan untuk penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, dan pengendalian inflasi, sekaligus memperkuat Musrenbang stunting,” pungkasnya.

Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, menyatakan DPRD siap mengawal aspirasi masyarakat.

Plt Camat Payakumbuh Utara, Ronal, menambahkan Musrenbang telah melalui tahapan mufakat RT/RW, pra-Musrenbang kelurahan, hingga Musrenbang kelurahan.

“mari kita rumuskan prioritas pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup agar Payakumbuh Utara semakin maju dan sejahtera,” tutupnya.