Lifestyle
Digilife
Selasa, 24 Februari 2026 – 20:24 WIB
Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital atau Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan bahwa data biometrik untuk registrasi nomor seluler tidak disimpan oleh operator seluler tapi tetap berada di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemdagri).
Menurutnya, penerapan registrasi nomor seluler biometrik turut melibatkan Dukcapil karena seluruh data biometrik warga negara seperti sidik jari, pengenalan wajah, hingga retina dikelola dan disimpan oleh instansi tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Operator seluler tidak mengambil data dari Dukcapil Kemdagri. Mereka yang simpan (data biometrik) dan itu juga untuk meminimalkan kebocoran data,” katanya di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
Dalam proses registrasi nomor baru, calon pelanggan akan melalui tahap verifikasi wajah. Data hasil pemindaian wajah itu kemudian langsung dikirim untuk dicocokkan dengan data Dukcapil Kemdagri.
Nezar Patria memandang aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam perancangan sistem registrasi berbasis biometrik tersebut. Pemerintah menerapkan prinsip security by design atau perlindungan keamanan yang sudah melekat sejak tahap awal perancangan sistem.
“Sejak awal itu sudah harus terproteksi. Karena itu dibuat berlapis dalam soal konfirmasi identitas dari konsumen yang akan mendaftar di operator seluler untuk SIM card itu,” ujar wamenkomdigi.
Ia juga menjelaskan kebijakan registrasi nomor seluler berbasis biometrik dirancang untuk memperkecil potensi kejahatan siber, khususnya praktik spam call dan penipuan online.
Potensi kerugian masyarakat akibat praktik penipuan online bisa menembus hingga Rp9 triliun. Dengan penerapan biometrik, proses identifikasi konsumen dinilai dapat dilakukan secara lebih akurat dan akuntabel.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Data biometrik merupakan salah satu bentuk identitas yang paling valid untuk memastikan satu nomor seluler benar-benar terhubung dengan identitas pemilik yang sah.
“Dengan adanya biometrik, kita harapkan proses identifikasi konsumen itu bisa dilakukan dengan lebih akurat dan lebih akuntabel. Dengan demikian, data biometrik ini kita anggap data yang paling valid,” ungkap Wamenkomdigi Nezar Patria (Ant)
Bongkar Peta Kekuatan 5G Indonesia, Siapa Paling Ngebut? OpenSignal dalam laporan Mobile Network Experience edisi Desember 2025 mencatat adanya perbedaan performa layanan 5G antaroperator di Indonesia. Sejumlah indikator diulas
VIVA.co.id
22 Februari 2026






