Tutup
NewsTransportasi

Sumbar Siapkan Jalur Alternatif, Antisipasi Lonjakan Mudik 2026

93
×

Sumbar Siapkan Jalur Alternatif, Antisipasi Lonjakan Mudik 2026

Sebarkan artikel ini
antisipasi-kemacetan-saat-libur-lebaran,-gubernur-cek-kesiapan-jalur-alternatif
Antisipasi Kemacetan saat Libur Lebaran, Gubernur Cek Kesiapan Jalur Alternatif

Agam – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bergerak cepat menyiapkan jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik Lebaran 2026.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, langsung meninjau kondisi ruas jalan Malalak dan Lembah Anai, Kamis (26/2/2026).

Peninjauan ini dilakukan usai rapat koordinasi dengan Menteri Perhubungan terkait kesiapan angkutan Lebaran 2026.

“Jalur Sitinjau Lauik sudah padat setiap hari, ditambah lagi ada pekerjaan flyover. Maka jalur alternatif harus kita persiapkan dari sekarang,” kata Mahyeldi saat meninjau Malalak, Kabupaten agam.

Lonjakan pemudik tahun ini diperkirakan meningkat, terutama karena dampak bencana di sejumlah daerah Sumbar pada akhir November lalu.

Hal ini akan meningkatkan beban kendaraan, sementara kapasitas jalur belum sepenuhnya pulih.

Beberapa ruas jalan masih dalam tahap perbaikan pascabencana,termasuk kawasan Lembah Anai dan Malalak.

pemantauan progres terus dilakukan untuk menyusun mekanisme lalu lintas yang tepat sebelum puncak arus mudik.

Di jalur Malalak,Gubernur melihat langsung perbaikan jalan yang disiapkan sebagai opsi pengurai kepadatan Padang–Bukittinggi.

Meski ada perkembangan signifikan, jalur ini masih memiliki titik rawan longsor dan sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan mobil pribadi.

“Kita akan optimalkan jalur yang ada agar masyarakat punya pilihan ketika jalur utama padat.Tapi tetap, dengan mengedepankan prinsip keselamatan,” ujarnya.

Untuk ruas Lembah Anai, Pemprov berharap PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mempercepat penanganan agar bisa difungsikan 24 jam pada H-7 Lebaran.

“Jalur ini akan menjadi salah satu kunci distribusi arus kendaraan agar tidak seluruhnya bertumpu di jalur Sitinjau Lauik,” kata Gubernur.

Pemprov juga akan menambah posko pengamanan di titik rawan untuk mempercepat respons jika ada gangguan lalu lintas atau potensi bencana.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Dedi Diantolani, menjelaskan skema pengaturan lalu lintas akan diterapkan secara ketat, termasuk sistem satu arah (one way) berbasis waktu.

“Direncanakan sistem one way berbasis waktu yang akan diterapkan, pukul 10.00–14.00 WIB untuk arah Padang–Bukittinggi dan pukul 14.00–18.00 WIB untuk arah Bukittinggi–Padang,” jelasnya.

Keputusan final akan diambil setelah rapat bersama seluruh pihak terkait, termasuk kepolisian.

Masyarakat diimbau mengikuti jadwal dan arahan petugas di lapangan agar mobilitas kendaraan lebih aman dan tertib.