Tutup
InvestasiPerbankanTeknologi

GoTo Jelaskan Investasi Google, Hubungan Terjalin Sebelum Nadiem Menjabat

112
×

GoTo Jelaskan Investasi Google, Hubungan Terjalin Sebelum Nadiem Menjabat

Sebarkan artikel ini
goto-sebut-investasi-google-sejak-2017-sebelum-nadiem-menjabat-menteri
GoTo Sebut Investasi Google sejak 2017 Sebelum Nadiem Menjabat Menteri

Jakarta – PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) angkat bicara soal investasi Google di perusahaannya.Penjelasan ini disampaikan usai manajemen GoTo menghadiri sidang kasus Chromebook di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Kasus ini menyeret nama Nadiem Makarim, pendiri Gojek yang juga mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

GoTo menjelaskan investasi Google pertama kali dilakukan pada 2017. Investasi ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis GoTo dan potensi ekonomi digital di Indonesia.

“Google juga terus berpartisipasi dalam beberapa putaran pendanaan berikutnya bersama banyak investor global lainnya,” tulis manajemen GoTo dalam keterangan resmi,Kamis (26/2).

Manajemen GoTo menekankan sebagian besar investasi Google dilakukan sebelum 2019, saat Nadiem belum menjabat sebagai menteri.

GoTo menegaskan investasi Google tidak pernah dilakukan secara terpisah atau eksklusif. Google juga bukan pemegang saham mayoritas maupun pengendali perusahaan.

“Seperti halnya dengan semua investor lain, partisipasi Google dalam setiap putaran pendanaan dilakukan secara profesional dan transparan, tanpa perlakuan khusus serta sepenuhnya mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku,” tegas GoTo.

GoTo juga menjelaskan setiap investor selalu menyetujui dan menandatangani Perjanjian Pengambil bagian Saham (Shares Subscription Agreement) dalam setiap investasi. Hal ini sesuai dengan prosedur standar operasional perusahaan saat melakukan penggalangan dana.

Lebih lanjut, GoTo menyatakan tidak pernah melakukan pembelian kembali saham (share buyback) dari Google. Namun, ada dua transaksi pembelian saham perusahaan lain dari Google.

Pertama, pada Mei 2021, saat Gojek dan Tokopedia bergabung menjadi GoTo. Saat itu, GoTo membeli saham Tokopedia dari google, yang merupakan salah satu pemegang saham Tokopedia. Proses serupa juga dilakukan dengan pemegang saham Tokopedia lainnya.

Kedua, pada Oktober 2021, GoTo membeli saham PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB) dari beberapa investor, termasuk Google. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi menjelang Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).

“Dalam kedua transaksi tersebut, para investor memutuskan untuk menginvestasikan kembali dana yang diperoleh dengan membeli saham baru GoTo,” jelas GoTo.

GoTo juga menegaskan hubungan perusahaan dengan Google sudah terjalin sebelum investasi. Gojek telah menggunakan layanan Google sejak 2015, termasuk layanan cloud, peta (maps), dan periklanan digital.

“Google adalah salah satu dari banyak penyedia solusi teknologi yang menyediakan layanan bagi kami, suatu praktik umum yang dilakukan perusahaan teknologi di Indonesia maupun di seluruh dunia,” pungkas GoTo.

Mereka menambahkan pembayaran layanan tersebut dilakukan menggunakan dana perusahaan dan dicatat sesuai standar akuntansi keuangan Indonesia.