Jakarta – Kedutaan Besar Republik Islam iran mengecam keras serangan yang menewaskan 175 siswi SD di Kota Minab, Provinsi Hormozgan. Serangan itu juga menyebabkan lebih dari 95 anak lainnya terluka.
Kedubes Iran menuding Amerika Serikat dan rezim Zionis bertanggung jawab atas serangan tersebut.
“Anak-anak tak berdaya ini menjadi korban kekerasan akibat serangan rudal yang tidak sejalan dengan hati nurani kemanusiaan maupun prinsip hukum internasional,” demikian pernyataan kedubes Iran, Senin (18/3/2024).
Kedubes Iran menambahkan, serangan itu terjadi saat Iran tengah berupaya menempuh jalur diplomasi dan perundingan.
“Penargetan wilayah Iran dan serangan terhadap kawasan sipil merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional dan pukulan terhadap prinsip penyelesaian damai sengketa,” tegasnya.
Kedubes Iran juga menyebut penargetan sekolah dan pembunuhan anak-anak sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional.
“Warga sipil, terutama anak-anak, serta pusat pendidikan harus dilindungi dari serangan militer. Serangan terhadap sekolah dasar dan pembunuhan 175 siswi merupakan pelanggaran prinsip pembedaan antara sasaran militer dan non-militer serta merupakan contoh nyata kejahatan perang,” lanjutnya.Kedubes Iran menyoroti pengakuan pejabat Amerika Serikat atas keterlibatan mereka dalam serangan tersebut.
“Pengakuan ini menunjukkan tanggung jawab langsung para pelaku dan menegaskan pentingnya pertanggungjawaban serta penindakan hukum terhadap kejahatan ini dalam kerangka mekanisme internasional,” kata Kedubes Iran.
Sebagai bentuk solidaritas, Kedubes Iran menggelar doa bersama di kediaman Duta Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Acara ini dihadiri oleh anak-anak Indonesia.
“Kehadiran anak-anak Indonesia merupakan simbol solidaritas kemanusiaan dan pesan empati bangsa-bangsa terhadap para korban yang tidak bersalah,” pungkasnya.







