Jakarta – Linknet Enterprise, bagian dari PT Link Net Tbk, memperkuat infrastruktur digitalnya dengan menggandeng Nexusguard.
Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua perusahaan.
Tujuannya adalah mengintegrasikan teknologi mitigasi Distributed Denial of Service (DDoS) berstandar internasional ke dalam jaringan inti (backbone) dan layanan korporasi Linknet.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman siber dan untuk mendukung ekosistem digital nasional yang aman.
Linknet Enterprise memiliki jaringan backbone mandiri yang menjangkau kota-kota besar di Indonesia. Hal ini memberikan kontrol penuh atas performa, keandalan, dan keamanan layanan.
Nexusguard dipilih sebagai mitra setelah melalui evaluasi mendalam. Pengalaman mereka selama hampir dua dekade dalam melindungi jaringan, aplikasi web, dan infrastruktur Domain Name System (DNS) menjadi pertimbangan utama.
“Kemitraan ini menggabungkan kapasitas mitigasi Linknet sebesar 100 Gbps dengan infrastruktur scrubbing global nexusguard yang mencapai lebih dari 3 Tbps,” kata kepala Eksekutif Nexusguard, Andy Ng, Rabu (18/3/2026).Integrasi cloud-based scrubbing Nexusguard ke backbone Link Net memungkinkan deteksi dan mitigasi otomatis dengan pemantauan 24/7 oleh tim Managed security Service provider (MSSP).Kolaborasi ini mencakup integrasi teknologi, pertukaran threat intelligence, penetrasi pasar strategis, dan optimalisasi operasional berbasis Service Level Agreement (SLA).
Solusi yang ditawarkan meliputi Clean Pipe (CP), Traffic Shield (TS), serta Application and DNS protection. Keunggulan utamanya adalah latensi rendah berkat local scrubbing center di Jakarta.”Kami meyakini bahwa keamanan merupakan pondasi utama dari kepercayaan digital,” ujar Chief enterprise business Officer Link Net, Ronald Chandra Lesmana.
“Kami akan terus berkomitmen menghadirkan solusi konektivitas dan keamanan terintegrasi yang andal serta relevan dengan dinamika industri di Indonesia,” tambahnya.







