Tutup
EkonomiEnergiInvestasiPerbankan

Konflik Iran-AS Mendorong Harga Minyak Dunia Melonjak

232
×

Konflik Iran-AS Mendorong Harga Minyak Dunia Melonjak

Sebarkan artikel ini
harga-minyak-menanjak-imbas-trump-ultimatum-iran
Harga Minyak Menanjak Imbas Trump Ultimatum Iran

Jakarta – Harga minyak dunia melonjak tajam pada Senin (23/3) pagi. Pemicunya adalah ultimatum Presiden AS Donald Trump kepada Iran terkait Selat Hormuz.

Israel juga mengeluarkan peringatan bahwa perang akan berlanjut dalam beberapa pekan mendatang.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 1,8 persen, menembus US$100 per barel tak lama setelah pembukaan pukul 22.00 GMT. sempat terjadi sedikit koreksi setelahnya.

Kenaikan serupa juga terjadi pada harga minyak mentah Brent Laut Utara untuk pengiriman Mei. Sempat mencapai US$113,44 per barel, harga kemudian turun menjadi sekitar US$111 sekitar 45 menit setelah perdagangan dimulai.

Sebagai perbandingan, pada 27 februari, sehari sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai, harga minyak mentah WTI berada di level US$67,02 per barel dan Brent Laut Utara di US$72,48 per barel.

Eskalasi ketegangan ini dipicu oleh ultimatum Trump yang menuntut Iran membuka kembali Selat Hormuz yang diblokir. Selat ini merupakan jalur penting yang dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas dunia.

Kemacetan di Selat Hormuz telah menghentikan hampir semua pengiriman minyak bumi melalui jalur air tersebut, menyebabkan harga minyak melonjak tajam.

Trump mengunggah di akun Truth Social pada Sabtu malam bahwa pasukan AS akan “menyerang dan menghancurkan” pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak sepenuhnya membuka kembali selat tersebut dalam waktu 48 jam.

Militer Iran merespons dengan ancaman akan menargetkan infrastruktur energi dan desalinasi “milik AS dan rezim di wilayah tersebut,” menurut kantor berita Fars.

Sementara itu,Kepala militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir menyatakan pasukannya memperluas kampanye darat mereka melawan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon,dan memperingatkan akan adanya operasi yang panjang.

Sebagai balasan atas operasi militer AS dan Israel, Iran melakukan serangan rudal dan drone terhadap infrastruktur, khususnya target energi, di negara-negara sekutu Washington, serta terhadap kapal-kapal di Teluk, khususnya yang memasuki Selat Hormuz.