Padang – Gubernur Sumatera Barat,Mahyeldi Ansharullah,mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.Kebijakan ini dinilai penting untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif teknologi digital.
Mahyeldi menyatakan kemajuan teknologi harus sejalan dengan kesiapan mental pengguna,terutama anak-anak.
“Kita menyambut baik kebijakan ini sebagai upaya bersama menjaga generasi muda dari pengaruh negatif dunia digital,” ujar Mahyeldi di Padang, Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan, anak-anak perlu dilindungi agar tumbuh sehat mental dan sosial.
Mahyeldi menegaskan pembatasan akses media sosial bukan berarti pelarangan.
Melainkan,upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman dan edukatif bagi anak.
“Ini bukan soal membatasi, tetapi bagaimana kita mengarahkan pemanfaatan teknologi agar lebih bijak dan sesuai usia,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak.
Selain itu, pendidikan literasi digital perlu diperkuat di sekolah.
“Keluarga adalah benteng utama.Orang tua harus hadir dalam setiap proses tumbuh kembang anak, termasuk dalam penggunaan teknologi,” kata Mahyeldi.
sekolah juga perlu memperkuat literasi digital agar anak-anak memahami risiko dan manfaat dunia digital.
Pemprov Sumbar siap mendukung implementasi kebijakan tersebut melalui edukasi, sosialisasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kita ingin generasi muda Sumatera Barat tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam memanfaatkan teknologi,” tutupnya.
“Ini bagian dari upaya kita menyiapkan generasi unggul yang berkarakter,” pungkasnya.






