Jakarta – PT elnusa Tbk (ELSA) tengah bertransformasi menjadi low-cost operator di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Langkah ini diambil untuk menghadapi tantangan industri energi hingga tahun 2026.
Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, mengungkapkan fokus pengembangan perusahaan ada pada lapangan marginal. Pendekatan yang digunakan adalah efisiensi berbasis teknologi dan inovasi.
“ke depan,kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal,” kata Litta,dikutip dari keterangan resminya,Selasa (14/5/2024).
Elnusa menargetkan efisiensi kegiatan operasi hingga 25% dibandingkan operasi migas saat ini. Transformasi ini juga sebagai respons terhadap volatilitas harga minyak dunia dan dinamika geopolitik global.
Strategi ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan produksi nasional menjadi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFPD).
Elnusa mengusung tema “rediscover Technology and Innovation Age” pada tahun 2026. Tema ini menekankan pemanfaatan teknologi dan penguatan budaya inovasi.
“Transformasi ini bukan hanya soal menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana membangun ekosistem kerja,” imbuh Litta.
Elnusa terus memperkuat kapabilitas layanan hulu migas. Ini mencakup ekosistem terintegrasi mulai dari geoscience, survei seismik, pengeboran, hingga optimasi lapangan eksisting.
Perseroan juga bersinergi dengan entitas Pertamina Group,termasuk Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Technology,Innovation & Infrastructure (TI&I).
Salah satu inovasi adalah teknologi vibroseis untuk Enhanced Oil Recovery (EOR). Selain itu, ada penggunaan alat Inline Inspection (ILI) untuk memastikan keandalan jaringan pipa migas nasional sepanjang lebih dari 21.000 km.
“Melalui teknologi ILI, kami dapat melakukan deteksi dini terhadap kondisi pipa,” jelas Litta.
Elnusa juga mendorong diversifikasi usaha. Ini dilakukan melalui pengembangan jasa survei seismik untuk sektor non-migas dan ekspansi pasar internasional. Salah satunya melalui pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke Aljazair.
“Keberhasilan ini merupakan hasil dari penerapan prinsip operational excellence dan integrasi end-to-end di seluruh lini bisnis,” tutup Litta.







