Tutup
EkonomiEnergiNews

DPR Dorong B50: Energi Nasional Menguat, Impor BBM Mereda

198
×

DPR Dorong B50: Energi Nasional Menguat, Impor BBM Mereda

Sebarkan artikel ini
anggota-dpr:-mandatori-b50-kebijakan-tepat-dan-visioner-di-tengah-dinamika-energi-global
Anggota DPR: Mandatori B50 Kebijakan Tepat dan Visioner di Tengah Dinamika Energi Global

Jakarta – Pemerintah terus mendorong‍ implementasi mandatori biodiesel B50 untuk memperkuat ketahanan energi ⁣nasional. Langkah ini mendapat dukungan dari⁣ anggota Komisi XII DPR RI, Yulisman.

Yulisman menilai, kebijakan mandatori B50 adalah langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor Bahan⁢ Bakar minyak ​(BBM).‌ Selain‌ itu, kebijakan ini juga respons terhadap ⁢ketidakpastian pasokan dan⁣ harga energi global.

“Mandatori⁢ B50⁢ adalah kebijakan yang ‌tepat dan visioner,” kata Yulisman,Senin (6/4/2026).

Dengan peningkatan campuran⁢ biodiesel hingga 50 persen, kebutuhan solar fosil nasional diperkirakan turun signifikan. Dari 35-40 juta kiloliter (KL) per tahun menjadi⁤ sekitar 17-20 juta ‌KL.

Yulisman menambahkan,⁤ kebijakan ini akan semakin‍ kuat dengan dukungan peningkatan ⁢kapasitas kilang nasional melalui proyek RDMP Balikpapan. Proyek ini berpotensi⁢ membawa Indonesia menuju kondisi tanpa impor solar.

“Artinya, kita tidak hanya​ menekan⁣ impor, tetapi mulai menggeser struktur energi nasional dari berbasis impor menjadi berbasis produksi dalam negeri,” tegasnya.

Ia juga meminta daerah penghasil sawit untuk meningkatkan produktivitas. Hal ini untuk ⁣memenuhi kebutuhan B50, pangan, industri, sekaligus menjaga kapasitas ‍ekspor nasional.

Yulisman menegaskan, kebijakan B50 tidak hanya berdampak pada sektor⁣ energi.Tetapi juga memperkuat ekonomi rakyat ‍melalui peningkatan ⁢serapan CPO domestik, penguatan industri hilir, serta kepastian pasar bagi petani sawit. Implementasi kebijakan ini ‍akan terus dikawal agar berjalan ⁢efektif dan berkelanjutan.