Padang – Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, memberikan sejumlah masukan penting terkait pemilihan ketua Ikatan alumni SMAN 5 (Ikasmanli) Padang mendatang.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pentingnya domisili ketua Ikasmanli berada di Padang atau setidaknya di Sumatera Barat.
Menurut aye, domisili ketua yang dekat akan mempermudah koordinasi dan pelaksanaan berbagai kegiatan organisasi.
“Kalau ketuanya tidak berdomisili di Padang kan jadi repot? Sementara kita sama-sama tahu jika suatu organisasi ketuanya selalu tidak hadir saat rapat dan kegiatan lainnya maka semangat anggotanya pasti akan turun,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Sebagai alumni SMAN 5 Padang angkatan 1989, Aye menyatakan kesiapannya untuk mendukung kegiatan Ikasmanli.
Namun, ia menolak untuk maju sebagai calon ketua.
“Kalau untuk maju jadi calon ketua Ikasmanli tak usahlah, masih banyak yang lain. Tapi kalau untuk mensupport kegiatan,Insya Allah saya siap,” tegasnya.
Menjelang Musyawarah Besar (Mubes) Ikasmanli, Aye juga menyarankan agar kepemimpinan periode mendatang diberikan kepada generasi muda.
“Saya setuju dengan saran pendapat uda Iswandi Muchtar yang mengusulkan agar yang muda-muda lagi memimpin Ikasmanli. Yang tua-tua istirahat saja lagi karena masanya sudah lewat,” katanya.
Aye juga memberikan kriteria untuk calon ketua Ikasmanli, yaitu berdomisili di Padang, memiliki kemauan dan kepedulian terhadap organisasi, mampu merangkul semua pihak, serta memiliki program kerja yang bermanfaat bagi anggota.
“Saya lihat, dari sejumlah kandidat yang muncul saat ini semuanya punya potensi untuk itu. Mudah-mudahan ke depan Ikasmanli bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.







