Tutup
Regulasi

Pendapatan Telkom Naik, Laba Bersih Kuartal I 2026 Justru Terkoreksi 21,8%

94
×

Pendapatan Telkom Naik, Laba Bersih Kuartal I 2026 Justru Terkoreksi 21,8%

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 21,8% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 4,34 triliun sepanjang kuartal I-2026. Penurunan ini mencerminkan tantangan efisiensi yang dihadapi perseroan dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis akhir pekan lalu, laba periode berjalan Telkom juga tergerus 17,57% (yoy) menjadi Rp 6,05 triliun. Penurunan performa laba ini terjadi meskipun pendapatan perusahaan masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,5% (yoy) menjadi Rp 37,19 triliun.

Manajemen mencatat bahwa beban operasional, pemeliharaan, serta jasa telekomunikasi sebenarnya mengalami penurunan sebesar 15,4% (yoy) menjadi Rp 11,09 triliun. Namun, kondisi tersebut belum mampu mendongkrak profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

Akibat beban yang masih cukup tinggi, laba usaha Telkom terkoreksi 12,19% menjadi Rp 8,93 triliun. Dampaknya pun merembet ke laba sebelum pajak penghasilan yang turun 11% (yoy) menjadi Rp 8,25 triliun.

Meski laba bersih tertekan, posisi neraca keuangan Telkom tetap terjaga. Total aset perusahaan naik tipis 0,76% menjadi Rp 289,96 triliun dibandingkan posisi akhir 2025. Kas dan setara kas juga menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 9,69% menjadi Rp 37,55 triliun per 31 Maret 2026.

Pertumbuhan aset ini didorong oleh kenaikan ekuitas sebesar 3,5% menjadi Rp 155,81 triliun. Di sisi lain, perseroan berhasil menekan liabilitas sebesar 2,24% menjadi Rp 134,14 triliun.

Sementara itu, pergerakan saham TLKM pada perdagangan Jumat (29/5/2026) ditutup melemah 1,94% ke level Rp 3.030 per saham. Meski demikian, jika ditarik dalam periode satu bulan terakhir, saham emiten telekomunikasi pelat merah ini masih mencatatkan kenaikan sebesar 7,83%.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…