Tutup
Perbankan

IMF Sebut Perang Iran Tahan Penurunan Inflasi Amerika Serikat

131
×

IMF Sebut Perang Iran Tahan Penurunan Inflasi Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini
imf-wanti-wanti-inflasi-as-sulit-turun-akibat-perang-iran
IMF Wanti-wanti Inflasi AS Sulit Turun Akibat Perang Iran

Jakarta – Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi inflasi di Amerika Serikat akan lebih sulit turun dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai target akibat dampak perang Iran.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menyatakan bahwa target inflasi AS sebesar 2 persen yang sebelumnya diprediksi tercapai pada awal tahun depan kini sulit terealisasi.

“Sekarang itu mungkin sedikit tertunda,” ujar Georgieva dalam wawancara dengan CBS News, Minggu (12/4).

Perang tersebut memicu kenaikan harga konsumen di AS secara signifikan. Lonjakan harga bensin menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi AS naik ke level 3,3 persen pada Maret 2026. Laju kenaikan harga tersebut tercatat tiga kali lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya.

Menyikapi kondisi ini, IMF dijadwalkan merilis laporan World Economic Outlook terbaru pada Selasa besok. Laporan tersebut akan memuat penilaian terkini mengenai dampak perang Iran terhadap prospek ekonomi global.

Georgieva menambahkan, IMF akan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Padahal,sebelum perang pecah,lembaga tersebut sempat memperkirakan adanya sedikit kenaikan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, besaran revisi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia akan sangat bergantung pada durasi konflik. Selain itu, pemulihan produksi minyak dan gas alam ke level sebelum perang juga menjadi faktor penentu utama.