Tutup
Regulasi

Indocement Siapkan Dana Rp750 Miliar untuk Buyback Saham Tahun Ini

107
×

Indocement Siapkan Dana Rp750 Miliar untuk Buyback Saham Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) resmi mengumumkan rencana pembelian kembali (*buyback*) saham senilai Rp750 miliar. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung selama satu tahun, yakni mulai 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2026.

Manajemen Indocement menyatakan bahwa langkah ini diambil lantaran harga saham perseroan saat ini dinilai sudah terlalu rendah atau *undervalued*. Melalui *buyback*, perusahaan ingin memperbaiki persepsi pasar sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek masa depan perseroan yang saat ini memiliki posisi kas bersih (*net-cash*) yang kuat.

“Pembelian kembali saham menjadi salah satu cara untuk meningkatkan persepsi pasar terhadap perseroan. Kami yakin dengan masa depan perusahaan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (14/4/2026).

Sesuai aturan, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari total modal disetor. Saat ini, modal disetor Indocement tercatat sebesar Rp1,757 triliun yang terbagi atas 3,5 miliar saham.

Perusahaan berharap kebijakan ini mampu memberikan tingkat pengembalian yang optimal bagi pemegang saham serta memulihkan kepercayaan investor. Harapannya, harga saham di pasar dapat kembali mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.

Hingga Rabu (15/4/2026) pukul 11.59 WIB, saham INTP bertengger di level Rp5.300 per lembar. Secara *year-to-date* (ytd), harga saham emiten semen ini telah terkoreksi dalam sebesar 28,38 persen.

Manajemen memastikan bahwa aksi korporasi ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan perseroan. Mengingat pendanaan berasal dari kas internal, pelaksanaan *buyback* tidak akan menurunkan pendapatan, membebani biaya pembiayaan, maupun memengaruhi performa laba perusahaan.

Selain *buyback*, Indocement juga akan melakukan pengurangan modal dengan menarik kembali 84.529.400 lembar saham hasil pembelian periode 2021 dan 2022 yang saat ini berstatus sebagai saham tresuri.

Langkah ini dilakukan sebagai strategi perusahaan untuk merespons fluktuasi pasar yang signifikan. “Pengurangan modal ini merupakan upaya menjaga stabilitas perdagangan saham di pasar modal dalam kondisi volatilitas tinggi serta meningkatkan kepercayaan investor,” pungkas manajemen.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru-baru ini mengambil keputusan bisnis yang cukup penting, yakni bakal menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia. Aksi ini dilakukan AADI melalui anak usahanya Adaro Capital Limited. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026 sehubungan dengan…