Tutup
InvestasiPerbankanRegulasi

Bappebti Susun Regulasi Baru Perdagangan Perak Berjangka

113
×

Bappebti Susun Regulasi Baru Perdagangan Perak Berjangka

Sebarkan artikel ini
respons-minat-pasar,-bappebti-bakal-atur-jual-beli-perak
Respons Minat Pasar, Bappebti Bakal Atur Jual Beli Perak

Jakarta – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tengah menyiapkan regulasi baru untuk perdagangan perak berjangka. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi logam mulia selain emas.

Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya, menyatakan bahwa kebijakan tersebut bertujuan menyesuaikan aturan dengan perkembangan pasar serta inovasi produk investasi.

“Kami akan meregulasi ke depan, supaya platform perdagangan, selain menjual emas, juga bisa menambahkan perak,” ujar Tirta, Rabu (15/4).

Menurut Tirta, tren kenaikan harga logam mulia kini tidak hanya terjadi pada emas. Perak mulai banyak diminati masyarakat sebagai instrumen investasi dan perdagangan, di samping perannya yang krusial di sektor industri.

Tirta menegaskan, prioritas utama Bappebti di bawah naungan Kementerian Perdagangan adalah memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen.

Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Bappebti menerapkan pendekatan berbasis risiko (risk-based supervision) terhadap seluruh pelaku usaha dalam ekosistem perdagangan fisik digital.

Setiap entitas wajib menyampaikan laporan keuangan dan transaksi secara berkala, mulai dari harian, bulanan, hingga tahunan.Selain itu, pelaku usaha juga harus menjalani audit minimal satu kali dalam setahun.

“Dari laporan itu, kami lakukan risk-based approach. Jika ada yang janggal, misalnya ekuitas berkurang atau stok emas turun di bawah batas minimal, maka kami akan memberikan peringatan,” jelasnya.

Ia menambahkan,penguatan regulasi ini juga bertujuan mencegah terulangnya kasus serupa di luar negeri yang dipicu oleh lemahnya pengawasan dan ketidakseimbangan aset.

Ke depan, bappebti berkomitmen untuk terus menyesuaikan aturan agar mampu mengimbangi dinamika pasar, termasuk membuka peluang pengembangan produk baru.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru-baru ini mengambil keputusan bisnis yang cukup penting, yakni bakal menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia. Aksi ini dilakukan AADI melalui anak usahanya Adaro Capital Limited. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026 sehubungan dengan…