Tutup
Regulasi

Bank Dunia hingga IMF Puji Strategi Fiskal Indonesia di Mata Dunia

177
×

Bank Dunia hingga IMF Puji Strategi Fiskal Indonesia di Mata Dunia

Sebarkan artikel ini

WASHINGTON DC – Strategi fiskal Indonesia dalam menghadapi gejolak geopolitik global menuai apresiasi dari berbagai lembaga keuangan dunia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa International Monetary Fund (IMF), World Bank, hingga lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings memberikan pengakuan atas ketangguhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai serangkaian pertemuan strategis dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva serta para petinggi Bank Dunia dan investor global di Washington DC, Amerika Serikat. Rangkaian agenda ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya dengan investor besar di New York, termasuk BlackRock.

Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan komitmen dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi di tengah eskalasi konflik antara Iran dan pihak terkait. Purbaya menekankan bahwa Indonesia mampu mempertahankan disiplin fiskal sekaligus memacu pertumbuhan nasional tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.

Sebanyak 18 investor besar, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments, turut hadir untuk mendalami arah kebijakan ekonomi Indonesia. Menurut Purbaya, para investor tersebut menunjukkan antusiasme tinggi karena selama ini mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat tumbuh cepat namun tetap memiliki anggaran yang terkendali.

Purbaya menambahkan bahwa investor global, terutama dari Amerika Serikat, kini mulai melirik instrumen keuangan Indonesia, baik *fixed income* maupun *equity*. Meski saat ini mayoritas masih berupa investasi portofolio, pemerintah optimistis aliran dana tersebut akan segera masuk dan memperkuat pasar modal domestik.

Menanggapi kekhawatiran mengenai ketidakpastian global dan fluktuasi harga energi, Purbaya menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi fiskal yang solid. Pemerintah telah menyiapkan bantalan anggaran sebesar Rp420 triliun sebagai antisipasi terhadap tekanan eksternal.

“IMF dan lembaga internasional lainnya melihat kondisi ekonomi Indonesia secara positif. Keraguan terhadap kemampuan kita menjaga disiplin fiskal kini semakin berkurang,” ujar Purbaya.

Bank Dunia bahkan menyatakan minatnya untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek-proyek strategis. Selain nama-nama yang telah disebutkan, pertemuan di Washington DC ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Eaton Vance dan MFS.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerikat Serikat (AS) melemah pada Jumat (17/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 0,29% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,27% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah kembali melemah cukup besar dan mencatatkan rekor paling lemah sepanjang sejarah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Senin (20/4/2026), di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik. Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), IHSG ditutup menguat 0,17% ke level 7.634,00. Penguatan ini ditopang oleh antisipasi aksi korporasi emiten serta koreksi harga minyak mentah. Head of Retail Research MNC Sekuritas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Kinerja emiten batubara tercatat menurun pada tahun 2025 yang salah satunya disebabkan oleh berkurangnya harga jual rata-rata atau average selling price (ASP). Sejumlah faktor seperti pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), harga batubara hingga sentimen geopolitik menjadi faktor penentu kinerja emiten batubara ke depan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa volume produksi…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga Bitcoin sempat menguat menembus level US$ 75.000 setelah adanya kabar kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada Jumat (17/4/2026) dinihari. Sentimen positif dari meredanya tensi geopolitik ini mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Berdasarkan data pasar, pada Minggu (19/4/2026) pukul 07.55 WIB, harga Bitcoin tercatat di level US$ 75.693 atau naik 3,62%…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mengumumkan rencana pembayaran dividen dari tahun buku 2025. Nilai dividen saham BNII lebih dari Rp 500 miliar. Di sisi lain, harga saham BNII hanya sekitar 200-an. Rencana pembayaran dividen diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Selain itu, perseroan juga melakukan perubahan signifikan pada jajaran komisaris dan direksi dalam Dalam RUPST tersebut, pemegang…