WASHINGTON DC – Strategi fiskal Indonesia dalam menghadapi gejolak geopolitik global menuai apresiasi dari berbagai lembaga keuangan dunia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa International Monetary Fund (IMF), World Bank, hingga lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings memberikan pengakuan atas ketangguhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai serangkaian pertemuan strategis dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva serta para petinggi Bank Dunia dan investor global di Washington DC, Amerika Serikat. Rangkaian agenda ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya dengan investor besar di New York, termasuk BlackRock.
Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan komitmen dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi di tengah eskalasi konflik antara Iran dan pihak terkait. Purbaya menekankan bahwa Indonesia mampu mempertahankan disiplin fiskal sekaligus memacu pertumbuhan nasional tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.
Sebanyak 18 investor besar, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments, turut hadir untuk mendalami arah kebijakan ekonomi Indonesia. Menurut Purbaya, para investor tersebut menunjukkan antusiasme tinggi karena selama ini mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat tumbuh cepat namun tetap memiliki anggaran yang terkendali.
Purbaya menambahkan bahwa investor global, terutama dari Amerika Serikat, kini mulai melirik instrumen keuangan Indonesia, baik *fixed income* maupun *equity*. Meski saat ini mayoritas masih berupa investasi portofolio, pemerintah optimistis aliran dana tersebut akan segera masuk dan memperkuat pasar modal domestik.
Menanggapi kekhawatiran mengenai ketidakpastian global dan fluktuasi harga energi, Purbaya menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi fiskal yang solid. Pemerintah telah menyiapkan bantalan anggaran sebesar Rp420 triliun sebagai antisipasi terhadap tekanan eksternal.
“IMF dan lembaga internasional lainnya melihat kondisi ekonomi Indonesia secara positif. Keraguan terhadap kemampuan kita menjaga disiplin fiskal kini semakin berkurang,” ujar Purbaya.
Bank Dunia bahkan menyatakan minatnya untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek-proyek strategis. Selain nama-nama yang telah disebutkan, pertemuan di Washington DC ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Eaton Vance dan MFS.







