Tutup
Regulasi

Bank Dunia hingga IMF Puji Strategi Fiskal Indonesia di Mata Dunia

228
×

Bank Dunia hingga IMF Puji Strategi Fiskal Indonesia di Mata Dunia

Sebarkan artikel ini

WASHINGTON DC – Strategi fiskal Indonesia dalam menghadapi gejolak geopolitik global menuai apresiasi dari berbagai lembaga keuangan dunia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa International Monetary Fund (IMF), World Bank, hingga lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings memberikan pengakuan atas ketangguhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai serangkaian pertemuan strategis dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva serta para petinggi Bank Dunia dan investor global di Washington DC, Amerika Serikat. Rangkaian agenda ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya dengan investor besar di New York, termasuk BlackRock.

Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan komitmen dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi di tengah eskalasi konflik antara Iran dan pihak terkait. Purbaya menekankan bahwa Indonesia mampu mempertahankan disiplin fiskal sekaligus memacu pertumbuhan nasional tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.

Sebanyak 18 investor besar, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments, turut hadir untuk mendalami arah kebijakan ekonomi Indonesia. Menurut Purbaya, para investor tersebut menunjukkan antusiasme tinggi karena selama ini mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat tumbuh cepat namun tetap memiliki anggaran yang terkendali.

Purbaya menambahkan bahwa investor global, terutama dari Amerika Serikat, kini mulai melirik instrumen keuangan Indonesia, baik *fixed income* maupun *equity*. Meski saat ini mayoritas masih berupa investasi portofolio, pemerintah optimistis aliran dana tersebut akan segera masuk dan memperkuat pasar modal domestik.

Menanggapi kekhawatiran mengenai ketidakpastian global dan fluktuasi harga energi, Purbaya menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi fiskal yang solid. Pemerintah telah menyiapkan bantalan anggaran sebesar Rp420 triliun sebagai antisipasi terhadap tekanan eksternal.

“IMF dan lembaga internasional lainnya melihat kondisi ekonomi Indonesia secara positif. Keraguan terhadap kemampuan kita menjaga disiplin fiskal kini semakin berkurang,” ujar Purbaya.

Bank Dunia bahkan menyatakan minatnya untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek-proyek strategis. Selain nama-nama yang telah disebutkan, pertemuan di Washington DC ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Eaton Vance dan MFS.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…