JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis sebesar 0,03% ke level 7.621 pada perdagangan Kamis (16/4/2026). Pergerakan indeks tertekan oleh aksi jual investor asing yang mencatatkan *net sell* jumbo mencapai Rp 1,01 triliun.
Tekanan jual terutama melanda sektor perbankan. Kondisi ini diperburuk oleh posisi indeks yang tengah menguji area *resistance* psikologis di level 7.700, sehingga memicu aksi ambil untung oleh para pelaku pasar.
Sentimen global turut memberikan beban tambahan terhadap pasar saham domestik. Konflik yang masih membara di Timur Tengah, termasuk kabar tertundanya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran hingga pekan depan, membuat investor cenderung bersikap defensif atau *risk off*.
Dalam riset harian “Sapa Mentari” yang dirilis BRI Danareksa Sekuritas pada Jumat (17/4/2026), IHSG diproyeksikan bergerak terbatas. Indeks diperkirakan akan menguji level *support* di 7.500 dengan batas atas atau *resistance* di 7.700.
Berbeda dengan bursa domestik, pasar saham Amerika Serikat justru menunjukkan kinerja positif. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,24% ke 48.578,72, S&P 500 naik 0,26% ke 7.041,28, dan Nasdaq Composite terkerek 0,36% ke 24.102,70.
Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, analis menyoroti PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebagai saham yang layak dicermati. Saham ini menunjukkan tanda-tanda perbaikan harga dan berpotensi mengalami pembalikan arah (*reversal*).
EMTK saat ini mampu bertahan di atas level *support* minor 910. Jika tren berlanjut, saham ini berpeluang menuju area *resistance* di rentang 995 hingga 1.025.
Adapun rekomendasi teknikal untuk EMTK adalah sebagai berikut:
* Buy: 920–950
* Target: 995–1.025
* Stop loss: (sesuaikan dengan toleransi risiko)







