Tutup
Regulasi

Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat ke Angka 9,37 Persen

222
×

Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat ke Angka 9,37 Persen

Sebarkan artikel ini

BENGKULU – Pertumbuhan kredit perbankan nasional mengalami perlambatan pada Februari 2026. Data Bank Indonesia yang dihimpun Danantara Indonesia dan Bank Mandiri menunjukkan, penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,37 persen secara tahunan (*year on year*/yoy), turun dari posisi Januari 2026 yang sebesar 9,96 persen.

Dendi Ramdani dari Office of Chief Economist Group PT Bank Mandiri Tbk. mengungkapkan, perlambatan kredit ini sejalan dengan moderasi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Pertumbuhan DPK tercatat sebesar 13,18 persen (yoy), sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 13,48 persen.

Dalam acara Sarasehan Perekonomian Bengkulu, Kamis (9/4/2026), Dendi menjelaskan bahwa kredit korporasi menjadi motor penggerak utama dengan pertumbuhan signifikan sebesar 14,77 persen (yoy). Sementara itu, kredit konsumer masih mencatatkan pertumbuhan positif meski melambat di angka 6,58 persen (yoy).

Kondisi berbeda terjadi pada sektor UMKM. Kredit segmen UMKM justru berada di zona merah dengan kontraksi sebesar -0,30 persen (yoy). Tren penurunan ini diketahui telah berlangsung sejak pertengahan tahun 2023.

Meskipun pertumbuhan kredit melambat, Dendi menegaskan bahwa sektor perbankan tetap memiliki ketahanan yang kuat. Namun, ia mengingatkan perbankan untuk tetap waspada terhadap rasio kredit bermasalah atau *Non-Performing Loan* (NPL), terutama pada segmen UMKM.

Saat ini, NPL pada segmen UMKM tercatat paling tinggi, yakni 4,33 persen, meskipun angka tersebut telah melandai dari puncaknya sebesar 4,49 persen pada akhir 2025. Sebagai perbandingan, NPL segmen korporasi berada di posisi paling sehat yakni 1,24 persen, sementara segmen konsumer mencapai 2,25 persen.

Dari sisi likuiditas, rasio *Loan to Deposit Ratio* (LDR) perbankan nasional berada di level 84,72 persen per Februari 2026. Angka tersebut menurun dibandingkan akhir tahun 2024 yang sempat mencapai 88,62 persen, mengindikasikan ruang likuiditas perbankan yang cenderung longgar.

Dendi juga menyoroti dinamika simpanan masyarakat berdasarkan nominal saldo. Nasabah dengan saldo di atas Rp5 miliar mencatatkan pertumbuhan simpanan paling agresif dibandingkan kelompok saldo lainnya, yang mencerminkan adanya konsentrasi likuiditas pada pemilik modal besar.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…