Tutup
EkonomiInspirasiJasa KeuanganSyariah

BSI Maslahat Dorong Mas Udin Kembangkan Usaha Pecel

90
×

BSI Maslahat Dorong Mas Udin Kembangkan Usaha Pecel

Sebarkan artikel ini

Salah satu penerima bantuan itu adalah Chaerudin, yang akrab disapa Mas Udin, seorang penyandang disabilitas sejak lahir.

Jakarta – BSI Maslahat memberikan dukungan usaha berupa gerobak booth untuk meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik, khususnya pelaku usaha mikro dari kelompok rentan melalui Gerobak Maslahatpreneur.

Salah satu penerima bantuan itu adalah Chaerudin, yang akrab disapa Mas Udin, seorang penyandang disabilitas sejak lahir.

Keterbatasan fisik tidak membuatnya berhenti berjuang. Sehari-hari, Mas Udin berdagang nasi pecel dan lauk pauk di samping Polsek Menteng, Jakarta Pusat, bersama sang ibu.

Sebelumnya, ia berjualan menggunakan meja sederhana. Tata dagangan kurang rapi,ruang gerak sempit,dan penghasilan pun tak menentu.

Sejak menerima bantuan Gerobak Maslahatpreneur dari BSI Maslahat, usaha yang dirintis Mas Udin menunjukkan perkembangan signifikan. Tampilan dagangan kini lebih rapi dan menarik,sehingga memudahkan pembeli memilih menu.

Mas Udin berjualan setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.Aktivitas usaha dimulai sejak dini hari. Setelah menunaikan salat subuh, Mas Udin dan ibunya berangkat dari rumah mereka di kawasan Galur menuju lokasi berdagang dengan mengendarai sepeda motor.

Persiapan bahan dagangan telah dilakukan sejak malam hari.

Setelah maghrib, ia dan ibunya rutin berbelanja kebutuhan memasak di Pasar gembrong untuk memastikan kualitas makanan yang dijual tetap terjaga.Dalam sehari, omzet penjualan Mas Udin kini mampu mencapai Rp200 ribu hingga Rp250 ribu.

Angka itu meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang berada di bawah jumlah tersebut. Kenaikan omzet ini menjadi suntikan semangat bagi Mas Udin untuk terus bertahan dan berkembang.

“Alhamdulillah, setelah mendapatkan gerobak dari BSI Maslahat, saya semakin pede dan semangat. Terima kasih kepada para donatur BSI Maslahat. semoga berkah barokah,” ujar Mas Udin.

Di luar aktivitas berdagang, Mas Udin juga menjalani peran sebagai marbot di masjid yang berada tidak jauh dari lokasi usahanya.

Tugas itu dijalani dengan penuh tanggung jawab, mulai dari menjaga kebersihan masjid hingga membantu kegiatan ibadah. Peran ganda sebagai pedagang dan marbot mencerminkan semangat kemandirian sekaligus pengabdian sosial yang tumbuh seiring usaha kecil yang dijalaninya.

Program Maslahatpreneur merupakan program pemberdayaan ekonomi berbasis penguatan usaha mikro yang bertujuan meningkatkan kemandirian mustahik melalui penyediaan sarana usaha serta pendampingan usaha.

Program ini menyediakan sarana usaha berupa gerobak yang layak bagi penerima manfaat, sekaligus meningkatkan kapasitas usaha mustahik agar lebih produktif, berdaya saing, serta mampu menjaga keberlangsungan usaha melalui dukungan aset usaha yang memadai.

BSI Maslahat memandang pemberdayaan ekonomi melalui Program Gerobak Maslahat sebagai bagian dari strategi membangun ekonomi inklusif.

Program ini membuka ruang bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya untuk memperoleh akses yang adil terhadap peluang usaha dan penghidupan yang layak.

Program ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah mampu menghadirkan perubahan nyata sekaligus mengubah kehidupan para penerima manfaat ke arah yang lebih bermartabat.