EkonomiInvestasiKesehatanPerbankan

Bundamedik Pacu Kinerja Laba Bersih Tumbuh 57 Persen

184
×

Bundamedik Pacu Kinerja Laba Bersih Tumbuh 57 Persen

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Bundamedik Tbk (BMHS) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih terkonsolidasi sebesar Rp29,7 miliar, atau melesat 57 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan EBITDA yang naik 9 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp242 miliar. Capaian positif ini merupakan buah dari efisiensi operasional serta penguatan ekosistem bisnis yang dijalankan perseroan.

Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mengeksekusi strategi bisnis. Menurutnya, fokus pada layanan kompleks bernilai tinggi dan efisiensi operasional menjadi kunci utama di tengah dinamika industri kesehatan.

“Kami berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas melalui disiplin strategi yang ketat,” ujar Agus.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, para pemegang saham telah menyepakati sejumlah agenda penting. Selain pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025, forum tersebut menyetujui penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026 serta pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi direksi dan dewan komisaris.

Dari sisi operasional, BMHS menunjukkan performa gemilang dengan kenaikan tren pertumbuhan unit rumah sakit baru sebesar 30 persen sejak 2023 hingga 2025. Kapasitas tempat tidur perseroan juga bertambah 4 persen menjadi 601 unit setelah konsolidasi RSIA Pusura Tegalsari Surabaya.

Layanan ibu dan anak tetap menjadi tulang punggung bisnis dengan kontribusi 51 persen terhadap total pendapatan rumah sakit. Keunggulan layanan ini diperkuat oleh fasilitas NICU sebanyak 31 tempat tidur yang menjadi pusat rujukan nasional, serta penerapan program Family Integrated Care (FICare).

Anak usaha perseroan pun turut mencatatkan capaian positif. Morula IVF berhasil memimpin pasar fertilitas nasional dengan pangsa 41 persen pada kuartal keempat 2025, sementara Diagnos Laboratorium mencatat volume tes sebanyak 957.447 sepanjang tahun 2025.

Presiden Komisaris BMHS, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, menegaskan bahwa visi jangka panjang perusahaan tetap bertumpu pada inovasi klinis dan ekspansi yang terukur. Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang relevan bagi masyarakat luas.

Perseroan kini menargetkan kapasitas tempat tidur mencapai 1.000 unit pada akhir 2028. Untuk mendukung rencana tersebut, BMHS telah menjalin kerja sama dengan PT Sinar Medika Langgeng guna mengembangkan rumah sakit berstandar internasional di KEK BSD sebagai upaya memperkuat layanan medical tourism.