Tutup
Regulasi

Saham MDIA Disuspensi BEI, Manajemen Emiten Bakrie Beri Penjelasan

64
×

Saham MDIA Disuspensi BEI, Manajemen Emiten Bakrie Beri Penjelasan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) buka suara menanggapi langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan suspensi sementara (cooling down) terhadap perdagangan saham emiten grup Bakrie tersebut pada 23 April 2026. Suspensi ini dilakukan menyusul lonjakan harga saham MDIA yang signifikan dalam kurun waktu singkat.

Direktur Utama ANTV, Ahmad R. Widarmana, menjelaskan bahwa penghentian sementara perdagangan tersebut merupakan mekanisme pasar yang wajar untuk memastikan perdagangan berjalan teratur, adil, dan efisien.

“Suspensi cooling down adalah bagian dari mekanisme pasar yang wajar untuk menjaga perdagangan tetap sehat di tengah peningkatan harga saham yang signifikan dalam waktu singkat,” ujar Ahmad, Selasa (24/4/2026).

Sepanjang April 2026, saham MDIA memang mencatatkan tren kenaikan tajam. Harga saham perusahaan sempat menyentuh level Rp156 per lembar sebelum ditutup di angka Rp144 pada perdagangan 22 April 2026.

Ahmad menegaskan bahwa tidak ada informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik yang memicu pergerakan harga tersebut. Menurutnya, fluktuasi harga saham murni dipengaruhi oleh dinamika pasar, sentimen investor, serta kondisi makroekonomi.

Ia pun mengimbau investor agar tidak terpengaruh oleh spekulasi tanpa dasar dalam mengambil keputusan investasi. “Kami berkomitmen menjaga transparansi, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan kinerja operasional untuk memberikan nilai tambah jangka panjang,” tambahnya.

Kinerja Operasional ANTV Menguat

Manajemen MDIA mengklaim bahwa pergerakan saham ini sejalan dengan tren positif pada unit usaha utama mereka, yakni ANTV. Stasiun televisi ini mencatatkan kenaikan pangsa pemirsa (TV Share) yang signifikan, yakni mencapai 7,2% pada April 2026, naik dari rata-rata 4,9% pada kuartal IV 2025.

Pertumbuhan ini didorong oleh strategi konten yang menyasar segmen perempuan serta ekspansi jangkauan di luar Pulau Jawa. Di pasar luar Jawa, ANTV menempati posisi kedua dengan TV Share 10,5%. Bahkan, ANTV memimpin pasar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan raihan 15,9%.

Meski optimis dengan prospek jangka panjang, MDIA saat ini masih menghadapi tantangan kinerja keuangan. Pada kuartal III/2026, perusahaan mencatat rugi bersih sebesar Rp10,8 miliar, berbalik dari periode yang sama tahun 2024 yang mencetak laba sebesar Rp100,6 miliar. Pendapatan perseroan pada kuartal III/2025 juga mengalami penurunan tipis sebesar 3,8% secara tahunan menjadi Rp465,3 miliar.

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.*