Tutup
Perbankan

Rahmat Saleh Perjuangkan Akses Kuliah Gratis, Validasi Data Jadi Kunci

120
×

Rahmat Saleh Perjuangkan Akses Kuliah Gratis, Validasi Data Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini
Foto : Internet

Padang – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, mendorong perluasan akses pendidikan tinggi bagi warga kurang mampu.

Ia menyampaikan komitmen itu saat bertemu warga Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (1/5/2026).

“Dari tahun kemarin, kita sudah menyalurkan ke berbagai penerima. Dan, akan terus kita lanjutkan,” kata Rahmat.

Selain itu, Rahmat menyiapkan kuota khusus bagi warga kawasan Tarandam untuk mengakses program bantuan pendidikan.

Langkah tersebut memastikan keterbatasan biaya tidak lagi menghalangi anak keluarga prasejahtera meraih gelar sarjana.

Validitas Data Jadi Kunci Utama Buka Peluang Kuliah Gratis

Namun demikian, Rahmat menegaskan akses bantuan pemerintah sangat bergantung pada validitas data penerima.

Ia mengimbau warga aktif memastikan nama tercatat dalam DTKS melalui pembaruan di tingkat kelurahan.

“Kalau ingin kuliah tapi terkendala biaya, sekarang ada kesempatan. Namun yang paling penting adalah terdaftar di DTKS.”

“Tanpa itu, secara sistem warga dianggap mampu meskipun faktanya tidak. Ini yang harus kita perbaiki,” ujarnya.

Menurutnya, akurasi data menjadi fondasi utama kebijakan sosial agar tidak salah sasaran.

Sementara itu, persoalan administratif sering menghambat masyarakat yang layak menerima bantuan tetapi tidak tercatat.

“Sinkronisasi antara fakta di lapangan dengan sistem digital pemerintah harus terus dikawal ketat.”

“Agar tidak ada lagi masyarakat terpinggirkan dari hak pendidikan mereka hanya karena birokrasi,” katanya.

Di sisi lain, Rahmat menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang di tengah era disrupsi.

Ia menyebut perguruan tinggi bukan sekadar mengejar gelar, tetapi tempat membangun jejaring masa depan.

“Pendidikan itu bukan hanya soal keahlian teknis, tetapi juga soal jaringan.”

“Relasi itu nantinya menentukan jalan hidup dan masa depan seseorang di tengah persaingan global,” tambahnya.

Sebagai contoh, ia menyoroti perubahan teknologi yang menggeser sektor transportasi konvensional.

Oleh karena itu, bantuan kuliah dan perbaikan data menghadirkan harapan baru bagi warga Padang Timur.

Kini, keterbatasan ekonomi tidak semestinya memutus cita-cita pendidikan anak-anak mereka.

“Kita meyakini dengan data yang akurat dan kemauan belajar, rantai kemiskinan dapat diputus,” harapnya.