Jakarta – Pemerintah memastikan 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak akan berhenti bertugas setelah kontrak awal dua tahun di PT Agrinas Pangan Nusantara berakhir. Mereka justru disiapkan untuk naik kelas menjadi petugas koperasi yang akan mengelola unit usaha di lapangan.
Kepastian itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5). Ia menjelaskan, masa dua tahun di Agrinas dirancang sebagai tahap awal sebelum para peserta masuk ke struktur operasional koperasi.
“Jadi sementara dua tahun ya. Nanti setelah dua tahun akan menjadi petugas koperasi.Jadi dua tahun di Agrinas, setelah itu akan menjadi petugas koperasi,” kata Zulhas.
Pemerintah memandang skema kontrak kerja waktu tertentu atau PKWT tersebut bukan sebagai akhir penugasan, melainkan fase pembinaan sumber daya manusia. Selama periode itu, para peserta dipersiapkan untuk benar-benar memimpin dan mengelola Kopdes Merah Putih.
Wakil Kepala badan Pengelola BUMN Teddy Barata menegaskan, kelanjutan posisi para manajer akan sangat ditentukan oleh hasil evaluasi kerja. Menurut dia,pemerintah akan menilai performa serta kapasitas kewirausahaan mereka selama dua tahun pertama.
“Tentunya kan kembali berbasis pada kinerja. Jadi selama dua tahun kan tentu kinerja dinilai juga,” ujar Teddy.
Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya mencari tenaga administratif. Kemampuan berwirausaha juga menjadi syarat penting dalam seleksi dan pembinaan calon pengelola koperasi.
“Karena memang kita ini cari karyawan, tapi entrepreneurship skill-nya juga harus bagus. Nanti dididik dulu, kemudian selanjutnya menjadi manajer koperasi,” ucapnya.
Teddy menjelaskan, masa dua tahun di bawah Agrinas akan menjadi ruang pembelajaran sekaligus penyaringan. Dari situ,pemerintah ingin memastikan hanya sumber daya manusia yang siap memimpin unit usaha koperasi yang melanjutkan peran sebagai manajer koperasi.
Para manajer itu nantinya diproyeksikan menjalankan fungsi yang jauh lebih luas dari sekadar pekerjaan kantor. Mereka akan mengelola gerai sembako,distribusi pupuk dan gas bersubsidi,pergudangan,lembaga keuangan mikro,hingga penyerapan hasil panen petani dan nelayan.
Secara keseluruhan, pemerintah membuka 35.476 formasi, terdiri atas 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih dan 5.476 pengelola kampung nelayan Merah Putih. seluruhnya direkrut sebagai pegawai BUMN di bawah Agrinas dengan skema PKWT dua tahun.
Program ini menjadi bagian dari percepatan pembentukan koperasi desa dan kampung nelayan yang ditargetkan tersebar di berbagai daerah mulai pertengahan 2026. Tahap awal rekrutmen dilakukan melalui Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) SDM Program Hasil Terbaik Cepat.
Zulhas sebelumnya juga menegaskan bahwa proses seleksi berlangsung terbuka dan gratis. Ia mengatakan, pendaftaran hanya bisa dilakukan melalui kanal resmi yang telah disiapkan pemerintah.







