JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan sesi pertama hari Rabu (29/4) dengan penguatan tipis sebesar 0,12% ke level 7.080. Sentimen pasar cenderung variatif dengan catatan 362 saham ditutup menguat, 303 saham melemah, dan 147 saham lainnya stagnan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 8,40 triliun. Total volume saham yang berpindah tangan mencapai 26,88 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,47 juta kali. Hingga akhir sesi pertama, kapitalisasi pasar IHSG menyentuh angka Rp 12.620 triliun.
Kinerja bursa hari ini diwarnai oleh tekanan pada sejumlah saham konstituen indeks MSCI Indonesia. Emiten perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tergelincir 0,42% ke level Rp 5.975. Koreksi serupa juga dialami PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 1,17% ke Rp 1.270, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang terkoreksi 1,23% menjadi Rp 805.
Tekanan jual lebih dalam terjadi pada saham sektor energi dan petrokimia. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 2,55%, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok 3,60% ke Rp 5.350, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) merosot 4,23% ke Rp 1.925.
Meskipun terdapat tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, secara sektoral, enam dari sebelas sektor di BEI berhasil bertahan di zona hijau. Sektor industri memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan mencapai 2,67%. Salah satu motor penggerak sektor ini adalah PT Astra International Tbk (ASII) yang naik 0,83% ke Rp 6.075.
Sementara itu, bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan hari ini. Indeks Hang Seng menguat 1,34% dan Shanghai Composite naik 0,51%. Di sisi lain, indeks Nikkei terpantau stagnan, sedangkan Straits Times melemah 0,48%.
Adapun jajaran *top gainers* pada sesi pertama ini ditempati oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) yang melonjak 21,89% ke Rp 4.510, diikuti PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik 7,95% ke Rp 1.425, dan PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) naik 4,57% ke Rp 366.
Sebaliknya, saham yang menempati posisi *top losers* adalah PT PP Presisi Tbk (PPRE) yang turun 4,40% ke Rp 152, disusul oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).







