Tutup
BisnisEkonomiPerbankan

Hutama Karya Menunggu Arahan Resmi Soal Merger Karya

93
×

Hutama Karya Menunggu Arahan Resmi Soal Merger Karya

Sebarkan artikel ini
bos-hutama-karya-masih-tunggu-arahan-danantara-soal-merger-bumn-karya
Bos Hutama Karya Masih Tunggu Arahan Danantara soal Merger BUMN Karya

Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) belum melangkah jauh dalam rencana konsolidasi BUMN karya. Perusahaan pelat merah itu masih menunggu arahan resmi dari Danantara Indonesia dan Badan Pengaturan (BP) BUMN sebelum proses penggabungan perusahaan konstruksi milik negara masuk tahap berikutnya.

Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro mengatakan perseroan saat ini fokus menyiapkan sejumlah kajian sebagai bahan dasar merger.Ia menegaskan, keputusan akhir belum bisa diambil sebelum ada instruksi lanjutan dari pemerintah.

“Kita masih buat kajian-kajian. Untuk proses berikutnya kita menunggu arahan dari Danantara dan BP BUMN,” ujar Koentjoro saat ditemui di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta Selatan, Rabu (13/5).

Kajian yang tengah disusun mencakup aspek legal,bisnis,hingga komersial. Menurut dia, salah satu hambatan terbesar dalam proses konsolidasi ini adalah besarnya liabilitas yang masih membebani perusahaan-perusahaan karya.

Di sisi lain, Danantara Indonesia memastikan target penyelesaian merger BUMN Karya tetap dikejar tahun ini, meski jadwalnya berpotensi bergeser dari rencana awal pada juni. Chief Operating Officer Danantara sekaligus kepala BP BUMN Dony Oskaria menyebut kemungkinan besar proses itu mundur dari timeline semula.

“Kemungkinan besar itu mundur setelah saya lihat timeline-nya. Tapi, yang pasti tahun ini selesai,” kata Dony di Jakarta, Selasa (28/4), dikutip dari Antara.Dony menjelaskan, sepanjang tahun lalu pemerintah lebih dulu memusatkan perhatian pada pembersihan laporan keuangan. Langkah itu mencakup penyesuaian nilai aset dan perapihan pembukuan agar kondisi perusahaan lebih siap untuk digabungkan.

Setelah restrukturisasi dan penurunan beban utang rampung, pemerintah akan masuk ke tahap konsolidasi bisnis melalui merger. “Setelah itu baru masuk ke fase berikutnya, yaitu melakukan konsolidasi daripada bisnisnya melalui merger,” ujarnya.

Rencana penggabungan tersebut melibatkan tujuh BUMN di sektor konstruksi, yakni PT Hutama Karya (persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi karya (persero) tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).