Jakarta – Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bertujuan untuk meredakan kecemasan masyarakat. Menurutnya, dampak fluktuasi nilai tukar lebih dirasakan oleh kalangan atas yang terlibat dalam transaksi internasional.
Misbakhun menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat pedesaan tidak terpengaruh oleh penggunaan dolar dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan pentingnya Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah demi kepentingan ekonomi rakyat yang bergantung pada bahan baku impor. “Pernyataan Presiden ini seharusnya menjadi pengingat bagi BI,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya perhatian serius terhadap isu pelemahan rupiah agar langkah-langkah strategis dapat segera diambil untuk memperkuat mata uang nasional.”Basic ekonomi indonesia sangat kuat,tetapi pelemahan tetap terjadi,” tambah Misbakhun.
Nilai tukar rupiah menunjukkan tren penurunan belakangan ini, mencapai Rp17.592 per dolar AS pada Sabtu (16/5). Dalam kesempatan lain saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo menyatakan bahwa anjloknya nilai tukar tidak berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat desa yang lebih fokus pada kebutuhan pokok.Presiden juga meminta publik untuk tidak terlalu khawatir tentang pergerakan rupiah dan menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga meskipun ada kepanikan global. “Rakyat di desa tidak menggunakan dolar dalam keseharian mereka,” tegas Prabowo sambil mencatat stabilitas sektor pangan dan energi di tengah tantangan global.
Ia mengkritik pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi untuk menyebarkan narasi negatif tanpa tindakan nyata demi rakyat kecil setelah mendapatkan kekuasaan. “Kondisi pangan dan energi aman; banyak negara panik sementara Indonesia masih baik-baik saja,” tutupnya dengan optimisme tentang kondisi ekonomi nasional.







