Tutup
News

UNP dan INTI International Malaysia Jalin Kolaborasi Pendidikan Inklusif

140
×

UNP dan INTI International Malaysia Jalin Kolaborasi Pendidikan Inklusif

Sebarkan artikel ini
unp-dan-inti-university-malaysia-teken-moa -perkuat-kemitraan-strategis-bidang-pendidikan kebutuhan-khusus
UNP dan INTI University Malaysia Teken MoA  Perkuat Kemitraan Strategis Bidang Pendidikan Kebutuhan Khusus

PADANG – Universitas Negeri Padang (UNP) memperluas kolaborasi internasional dengan menggandeng INTI International University, Malaysia. Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sekaligus menggelar Knowledge Transfer Program (KTP) pada Mei 2025.

Inisiatif yang melibatkan Departemen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu pendidikan (FIP) UNP ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus utamanya meliputi peningkatan kualitas pendidikan, menekan angka ketimpangan, serta memperkuat kemitraan global yang berdampak.

Dekan FIP UNP, Afdal, menilai sinergi lintas negara ini sangat krusial guna mencetak lulusan yang memiliki wawasan global. Hal senada disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional UNP, Deski Beri, yang menyebut forum ini sebagai perwujudan kemitraan setara dan saling menguntungkan.

Usai seremoni penandatanganan, kegiatan berlanjut ke sesi diskusi akademik bersama tiga pakar dari INTI International University. Mohd Hanafi Mohd yasin memaparkan strategi pendidikan inklusif bagi siswa dengan gangguan pendengaran, disusul Mohd Sofian Omar Fauzees yang mengulas kiat sukses dalam penulisan tesis.

Sesi diskusi kemudian ditutup dengan pemaparan unik dari Paramasivam Muthusamy mengenai pemberdayaan anak berkebutuhan khusus melalui narasi budaya Ramayana. Tak ketinggalan, dosen Departemen PLB FIP UNP turut berkontribusi, yakni Marlina yang mengulas materi “pseudo Inklusi” dan Damri yang berbagi wawasan terkait manajemen tata kelola pendidikan inklusif yang sistematis.

Kepala Departemen PLB FIP UNP, elsa Efrina, menegaskan bahwa MoA ini bukan sekadar formalitas administratif. Pihaknya berkomitmen menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui program implementatif, seperti pertukaran dosen, mobilitas mahasiswa, hingga riset kolaboratif.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas melalui pertukaran ilmu pengetahuan serta pengalaman antar institusi,” ujar pihak penyelenggara.

Melalui program KTP ini, UNP semakin meneguhkan posisinya sebagai “Kampus Berdampak” yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan bagi masyarakat luas. Sinergi internasional ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa maupun peserta didik berkebutuhan khusus di masa depan.