Tutup
NewsPeristiwa

Gubernur Sumbar: Penambang Emas Harus Ada Izin Resmi

130
×

Gubernur Sumbar: Penambang Emas Harus Ada Izin Resmi

Sebarkan artikel ini
mahyeldi-turun-ke-tambang-emas-ilegal-sijunjung,-tegaskan-penambang-harus-urus-izin:-“jangan-cari-nafkah-dengan-mengorbankan-nyawa”
Mahyeldi Turun ke Tambang Emas Ilegal Sijunjung, Tegaskan Penambang Harus Urus Izin: “Jangan Cari Nafkah dengan Mengorbankan Nyawa”

Sijunjung – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Kabupaten Sijunjung, Selasa (19/5/2026).

Langkah ini diambil merespons maraknya kecelakaan kerja yang memakan korban jiwa di lokasi pertambangan tanpa izin tersebut.

Saat melakukan inspeksi, Mahyeldi yang didampingi Wakil Bupati Sijunjung serta sejumlah pejabat Pemprov Sumbar menemukan ratusan ponton berisi box talang yang terpasang di sepanjang aliran sungai.

Ia pun langsung memberikan pengarahan kepada para penambang agar segera menempuh jalur legalitas demi kelangsungan usaha yang aman.

Mahyeldi menekankan bahwa pemerintah telah menyediakan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebagai wadah resmi bagi masyarakat. Ia mendorong para pekerja segera mengurus izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar operasional mereka tidak lagi melanggar hukum.

“Kalau belum punya izin, segera urus izinnya. Kita dorong penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) supaya aktivitas masyarakat bisa berjalan sesuai aturan,” tegas Mahyeldi di hadapan para penambang.

Menurutnya, pemerintah tidak melarang warga mencari nafkah, namun keselamatan pekerja dan kelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas utama.

Ia khawatir praktik tambang liar yang masif tanpa standar keamanan akan terus membahayakan nyawa para pekerja.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, sebab pada Rabu (13/5/2026) lalu, musibah longsor tambang ilegal di Sintuk, Kecamatan Koto VII, telah menelan sembilan korban jiwa.

Selain tertimbun longsor, banjir sungai saat itu juga sempat menghanyutkan puluhan peralatan tambang milik warga.

Usai meninjau lokasi, Mahyeldi menyempatkan diri melayat ke rumah duka Madi (24), salah satu korban meninggal, di Nagari Padang Laweh.

Ia berharap peristiwa tragis tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih mengutamakan keselamatan dalam bekerja.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama. Pemerintah ingin masyarakat tetap bisa bekerja,tetapi harus dengan cara yang legal dan aman,” pungkasnya.