Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan menghadapi tekanan pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Proyeksi ini mencuat setelah pada perdagangan Selasa (19/5), indeks ditutup anjlok tajam sebesar 3,46 persen ke level 6.370,67.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai tren penurunan agresif tersebut bakal berlanjut. Hal ini terlihat dari karakteristik wave iii yang terbentuk serta posisi indeks yang telah menembus level Fibonacci retracement 85,4 persen di angka 6.363.
Ivan mengungkapkan bahwa kejatuhan pada selasa lalu membuka peluang bagi indeks untuk mengisi gap di kisaran 6.092 hingga 6.148.Gap tersebut diketahui telah terbentuk sejak April 2025. “tren turun yang agresif masih akan terus terjadi,” ujarnya dalam riset harian.
Dalam analisis teknikalnya, ia mematok titik support IHSG berada pada level 6.253, 6.098, dan 5.911.Sementara itu,untuk level resistance,indeks diproyeksikan berada pada angka 6.515, 6.787, dan 7.001.
Terkait strategi investasi hari ini, Ivan menyarankan buy on weakness untuk saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di rentang harga 2.700-2.800 dengan target 3.610. Untuk saham PT Astra International Tbk (ASII),ia merekomendasikan trading buy di area 5.600-5.700 dengan target 6.250.
investor juga disarankan untuk menahan (hold) saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga di level 6.550. Selain itu, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) masuk dalam radar dengan rekomendasi speculative buy di kisaran 630-650 dan target harga 825.
Terakhir, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turut mendapat rekomendasi speculative buy. Investor dapat mencermati saham ini pada area beli 6.450-6.550 dengan target harga di level 7.400.







