Tutup
BisnisNews

Meta Pangkas 8.000 Karyawan demi Pacu Pengembangan Teknologi AI

88
×

Meta Pangkas 8.000 Karyawan demi Pacu Pengembangan Teknologi AI

Sebarkan artikel ini
meta-phk-8.000-karyawan-demi-kecerdasan-buatan,-mari-zuckerberg:-ai-teknologi-paling-penting-di-hidup-kita
Meta PHK 8.000 Karyawan demi Kecerdasan Buatan, Mari Zuckerberg: AI Teknologi Paling Penting di Hidup Kita

Jakarta – Perusahaan teknologi raksasa Meta kembali melakukan langkah efisiensi besar-besaran dengan memangkas 8.000 karyawannya. Jumlah ini setara dengan 10 persen dari total tenaga kerja yang dimiliki perusahaan saat ini.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyebut langkah drastis ini diambil untuk memenangkan persaingan ketat di industri kecerdasan buatan atau AI. Dalam sebuah memo internal, ia menekankan bahwa teknologi AI kini menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan bisnis perusahaan ke depan.

Selain memangkas karyawan, Meta juga merelokasi sebanyak 7.000 staf ke posisi baru yang lebih fokus pada pengembangan AI. Meski demikian, perusahaan tetap mempertahankan divisi yang menangani infrastruktur, model dasar, hingga monetisasi AI.

Upaya efisiensi ini sebenarnya sudah terlihat sejak April 2026, ketika Meta memutuskan membatalkan perekrutan 6.000 posisi baru. Kebijakan itu diambil sebagai langkah awal untuk memprioritaskan investasi pada sektor kecerdasan buatan.

“Selalu menyedihkan harus berpisah dengan orang-orang yang telah berkontribusi pada misi dan pembangunan perusahaan ini,” ujar Zuckerberg melalui memo internal tersebut. Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para karyawan yang harus diberhentikan.

Gelombang PHK yang terjadi berulang kali sepanjang tahun ini membuat iklim kerja di Meta kian tidak menentu. Sebelumnya, perusahaan juga telah melepas 1.000 pegawai di unit Reality Labs pada Januari, dan ratusan karyawan lainnya pada Maret lalu.

Meta juga mulai mengurangi ketergantungan pada vendor serta kontraktor moderasi konten secara bertahap. Tugas-tugas tersebut kini mulai dialihkan sepenuhnya ke sistem berbasis AI.

Situasi internal perusahaan pun sedang tidak kondusif, di mana rating karyawan di platform Blind merosot 25 persen dibandingkan kuartal II 2024. Bahkan, penilaian terhadap budaya kerja di dalam perusahaan dilaporkan turun hingga 39 persen.

Menanggapi hal tersebut, Zuckerberg mengakui adanya kendala dalam komunikasi internal yang belum berjalan maksimal. “Kami ingin mengakui bahwa kami belum sejelas yang kami harapkan dalam komunikasi, dan itu adalah area yang ingin kami perbaiki,” ungkapnya.

Ancaman PHK susulan pun masih membayangi karyawan pada Agustus dan musim gugur tahun ini. Langkah efisiensi Meta ini sebenarnya mengikuti tren serupa di industri teknologi global, menyusul Cisco yang memangkas 4.000 karyawan serta kebijakan pensiun sukarela yang ditawarkan Microsoft.