Tutup
InvestasiPerbankanTeknologi

Strategi Bitcoin Michael Saylor Ancam Posisi Kekayaan Elon Musk

128
×

Strategi Bitcoin Michael Saylor Ancam Posisi Kekayaan Elon Musk

Sebarkan artikel ini
michael-saylor,-investor-jumbo-bitcoin-berharta-rp85-t
Michael Saylor, Investor Jumbo Bitcoin Berharta Rp85 T

Jakarta – Dominasi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia kini disebut-sebut mendapat tantangan dari Michael Saylor. Miliarder asal Amerika Serikat ini menarik perhatian publik berkat langkah agresif perusahaannya, Strategy (sebelumnya MicroStrategy), dalam memborong Bitcoin.

Data BitcoinTreasuries.net per Mei 2026 mencatat Strategy sebagai pemegang Bitcoin terbesar di dunia dengan total 818.869 koin. Perusahaan yang bergerak di bidang analitik data ini bahkan berani menggunakan kas sekaligus utang demi terus menambah aset kripto tersebut.

Melihat fenomena tersebut, veteran kripto Samson Mow melontarkan prediksi mengejutkan bahwa kekayaan Saylor berpotensi menyalip bos Tesla itu. Menurut Mow, skenario ini bisa terwujud dengan syarat harga Bitcoin mampu menyentuh angka US$4,2 juta per koin.

Proyeksi tersebut didasarkan pada akumulasi 17.732 Bitcoin milik pribadi Saylor serta kepemilikan saham sebesar 9,9 persen di Strategy. Kendati demikian, analisis ini menuai skeptisisme karena dianggap terlalu mengandalkan asumsi.

Sejumlah pakar berpendapat kalkulasi tersebut mengabaikan potensi pertumbuhan kekayaan Musk di masa depan. Berdasarkan catatan Forbes, kekayaan Saylor saat ini masih di kisaran US$4,8 miliar atau sekitar Rp85 triliun, terpaut sangat jauh dari Musk yang mencapai US$827,7 triliun atau Rp14.637 triliun.

Di balik perdebatan aset tersebut, Saylor memiliki latar belakang karier yang cukup panjang. Pria kelahiran Lincoln, 4 Februari 1965 ini merupakan lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) melalui jalur beasiswa penuh.

Sebelum mendirikan MicroStrategy pada 1989, ia sempat menjajaki dunia konsultan di The Federal Group dan DuPont. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tersebut tumbuh pesat hingga akhirnya melantai di bursa saham pada 1998.

Selain dikenal sebagai pengusaha sukses yang meraih penghargaan “Washington High-Tech Entrepreneur of the Year”, Saylor juga aktif di dunia literasi. Ia tercatat sebagai penulis buku best seller sekaligus penggagas inisiatif pendidikan gratis melalui platform Saylor.org.