Jakarta – Pihak MTsN 6 Jakarta memastikan lingkungan sekolah tetap dalam kondisi aman dan kondusif bagi seluruh siswa. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons isu dugaan perundungan yang sempat menjadi pembicaraan publik.
Kepala Madrasah MTsN 6 Jakarta, Lilik Haryani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan dengan perwakilan orang tua murid pada Jumat (29/5/2026). Pertemuan tersebut dilakukan guna meluruskan duduk perkara agar tidak muncul persepsi keliru di tengah masyarakat.
Lilik menegaskan, insiden yang terjadi murni dipicu oleh kesalahpahaman komunikasi antarpihak. Ia berharap ke depan sinergi antara sekolah dan orang tua murid dapat terus diperkuat.
Senada dengan pihak sekolah, perwakilan orang tua murid, Pandji Weskantio, mengakui bahwa informasi mengenai dugaan perundungan yang beredar tidak sepenuhnya akurat. Pandji pun menyampaikan permohonan maaf atas kesimpangsiuran kabar tersebut.
“Ada beberapa hal yang saya akui tidak benar dan memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Pandji.
Ia menambahkan, penting bagi orang tua dan pengajar untuk membangun pola komunikasi yang lebih harmonis. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir kendala komunikasi di masa mendatang.
Di sisi lain, pihak madrasah berkomitmen untuk terus menjaga keharmonisan hubungan antarsiswa. Lilik menekankan bahwa tugas utama pendidik serta orang tua adalah saling memahami karakter anak.
Pertemuan tersebut akhirnya ditutup dengan kesepakatan damai. Seluruh pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan melalui pendekatan kekeluargaan.







