Tutup
News

Dino Patti Djalal Sarankan Prabowo Gunakan Video Call untuk Diplomasi Luar Negeri

92
×

Dino Patti Djalal Sarankan Prabowo Gunakan Video Call untuk Diplomasi Luar Negeri

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengkritik frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu tinggi. Ia menyarankan agar pemerintah lebih mengutamakan efisiensi anggaran dengan memanfaatkan teknologi komunikasi serta mengoptimalkan peran diplomatik lainnya.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Dino menyoroti data kunjungan luar negeri Presiden Prabowo sejak menjabat. Menurut catatannya, Presiden menghabiskan satu dari enam hari masa kerjanya di luar negeri.

“Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan luar negeri. Tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran,” ujar Dino, Sabtu (30/5).

Dino menekankan bahwa setiap perjalanan kenegaraan memakan biaya yang sangat besar, mulai dari biaya pesawat, hotel, logistik, pengamanan, hingga uang harian delegasi yang mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah per keberangkatan.

Untuk merespons kondisi tersebut, Dino mengajukan lima usulan strategis kepada pemerintah:

Pertama, pemerintah disarankan lebih sering menggunakan *video call* atau komunikasi telepon untuk menjaga hubungan bilateral. Dino mencontohkan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, yang tetap menjaga hubungan baik dengan Presiden AS Donald Trump melalui 17 kali percakapan telepon tanpa harus bertatap muka langsung. Menurutnya, langkah ini bisa menghemat ratusan miliar rupiah.

Kedua, Dino menyarankan penggunaan formula “1 plus 8” saat menghadiri forum internasional. Artinya, setiap satu kunjungan luar negeri harus dioptimalkan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan setidaknya delapan pemimpin negara lain.

Ketiga, ia mendesak agar perencanaan kunjungan internasional disusun lebih profesional dan transparan kepada publik. Hal ini dinilai penting karena beberapa perjalanan sebelumnya dianggap kurang memiliki informasi pendukung yang memadai.

Keempat, pemerintah sebaiknya lebih sering mengundang tamu negara untuk berkunjung ke Indonesia. Dino memberikan contoh Presiden Tiongkok, Xi Jinping, yang lebih memilih menerima kunjungan pemimpin dunia di Beijing daripada terus-menerus bepergian ke luar negeri.

Terakhir, Dino menyarankan agar misi-misi diplomatik yang bersifat taktis diserahkan kepada Menteri Luar Negeri, Sugiono. Langkah ini dinilai efektif untuk memangkas biaya perjalanan dinas kepresidenan yang membengkak.