Perbankan

Kementan Bangun Dapur Susu Lokal untuk Program Makan Bergizi

129
×

Kementan Bangun Dapur Susu Lokal untuk Program Makan Bergizi

Sebarkan artikel ini
kementan-buka-peluang-bisnis-dapur-susu-untuk-mbg-modal-di-bawah-rp5-m
Kementan Buka Peluang Bisnis Dapur Susu untuk MBG Modal di Bawah Rp5 M

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menggenjot kehadiran Dapur Susu Indonesia (DASI) di berbagai wilayah. Fasilitas pengolahan susu skala kecil ini diproyeksikan menjadi pemasok utama kebutuhan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, mengatakan bahwa model bisnis DASI sangat efisien karena hanya membutuhkan modal di bawah Rp5 miliar. Satu unit dapur ini mampu menyuplai produk ke 5 hingga 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekitarnya.

“Kami sudah buat prototipe-nya. DASI dirancang sebagai unit pengolahan susu yang dapat dikembangkan oleh koperasi maupun pelaku usaha lokal,” ujar Makmun di Jakarta, Selasa (2/6).

Kehadiran DASI bertujuan memangkas jarak antara lokasi produksi susu dengan dapur penyedia makan bergizi. Pemerintah juga telah menjamin penyerapan hasil produksi melalui Badan Gizi Nasional, mengingat susu menjadi menu wajib bagi penerima manfaat minimal dua kali dalam sepekan.

Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah klasik peternakan sapi perah di Tanah Air, yakni ketidakpastian pasar serta minimnya hilirisasi. Selama ini, peternak rakyat yang mendominasi 90 persen dari total populasi 540.657 ekor sapi perah sering kesulitan untuk mengembangkan usahanya.

Makmun mencontohkan penurunan populasi sapi perah di Sulawesi Selatan yang dipicu oleh kurangnya fasilitas pengolahan. Kini, wilayah tersebut dijadikan lokasi percontohan pengembangan model bisnis terintegrasi oleh Kementan.

Pemerintah menargetkan penyebaran sentra sapi perah ke luar Pulau Jawa, seperti Sumatra, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara. Kapasitas peternakan yang dianggap ideal untuk satu unit DASI berkisar antara 100 hingga 200 ekor sapi.

Selain susu UHT, unit pengolahan ini juga bisa memproduksi susu pasteurisasi dan sterilisasi. Jaminan pasar yang ada diharapkan mampu memicu kepercayaan diri peternak untuk berinvestasi dan memperluas skala bisnis mereka.

“Kalau sudah ada trigger biasanya para peternak kita akan tumbuh dengan sendirinya. Kalau sudah lihat ada yang sukses, pasti para peternak berlomba-lomba untuk sukses,” tutup Makmun.