BisnisInvestasiNews

IHSG Dibuka Menguat di Tengah Bayang-Bayang Potensi Koreksi

109
×

IHSG Dibuka Menguat di Tengah Bayang-Bayang Potensi Koreksi

Sebarkan artikel ini
ihsg-dibuka-menguat-potensi-terkoreksi-saat-wall-street-cetak-rekor-all-time-high
IHSG Dibuka Menguat Potensi Terkoreksi Saat Wall Street Cetak Rekor All Time High

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Indeks naik 11 poin atau 0,19 persen ke level 6.207, meski investor tetap diminta waspada terhadap potensi koreksi.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG berisiko mengalami tekanan sepanjang hari ini. Menurutnya, pergerakan indeks akan berada pada rentang support 6.000-6.100 dan level resisten di kisaran 6.200-6.300.

Laju bursa domestik ini sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global yang cenderung variatif. Optimisme di sektor kecerdasan buatan (AI) saat ini masih dibayangi kondisi ketidakpastian konflik di Timur Tengah.

Kondisi geopolitik tersebut turut menjaga harga minyak mentah Brent di level US$ 96 per barel. Stabilitas ini muncul setelah Lebanon mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hezbollah dan Israel, yang diharapkan membuka peluang diplomasi bagi konflik AS-Iran.

Di sisi lain, bursa Asia menunjukkan arah yang beragam pada perdagangan kemarin. Indeks Hang Seng melesat 2,5 persen, CSI 300 naik 1,5 persen, dan Taiwan Taiex menguat 0,5 persen. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 dan Topix di Jepang masing-masing turun 0,3 persen dan 0,4 persen, sementara ASX 200 Australia terkoreksi tipis 0,06 persen.

Sementara itu, Wall Street justru berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high pada perdagangan Selasa. S&P 500 naik 0,13 persen ke posisi 7.609,78, Dow Jones menguat 0,45 persen, dan Nasdaq Composite naik tipis 0,03 persen.

Meskipun bursa Amerika Serikat mencatat kinerja positif, tekanan sempat melanda saham sektor teknologi. Saham Alphabet, induk usaha Google, terpantau turun hampir 4 persen akibat rencana penghimpunan dana sebesar US$ 80 miliar untuk ekspansi riset AI.