Bursa Saham

Usai IPO, JECX Percepat Ekspansi dan Targetkan Pendapatan Rp1 Triliun

57
×

Usai IPO, JECX Percepat Ekspansi dan Targetkan Pendapatan Rp1 Triliun

Sebarkan artikel ini
Suasana pencatatan saham perdana PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) di Bursa Efek Indonesia
PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia untuk mempercepat ekspansi bisnis.

JAKARTA – PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics, kini memacu langkah ekspansi bisnis secara agresif setelah resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan menargetkan lonjakan pendapatan hingga menyentuh angka Rp1 triliun pada tahun 2026.

Langkah strategis ini didukung oleh perolehan dana dari IPO yang mencapai nilai total Rp609,97 miliar. Dana tersebut diperoleh melalui pelepasan 487,98 juta saham baru atau setara 10% dari modal disetor, ditambah dengan 162,66 juta saham divestasi.

Presiden Direktur JECX, Johan A. Hutauruk, menyatakan bahwa alokasi dana hasil penawaran umum akan difokuskan pada penguatan struktur permodalan dan agenda pengembangan jaringan. Perusahaan berencana memperluas jangkauan layanan rumah sakit mata berstandar global di berbagai wilayah strategis.

Salah satu proyek prioritas investasi JECX adalah pembangunan JEC Bali Sanur yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur. Fasilitas ini dikembangkan dengan konsep Blue Hospital untuk menyasar peluang pasar wisata medis atau medical tourism internasional.

Dalam struktur penggunaan dana, perusahaan mengalokasikan Rp140 miliar untuk melunasi kewajiban pinjaman perbankan kepada PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank HSBC Indonesia. Selain itu, sebesar Rp185 miliar disiapkan sebagai tambahan modal untuk mendukung operasional entitas anak perusahaan.

Sisa dana dari aksi korporasi tersebut akan digunakan sebagai modal kerja hingga akhir tahun 2027. Pengelolaan keuangan ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika industri kesehatan yang kompetitif.

Direktur Keuangan JEC Group, Budi Djatmiko, optimistis bahwa target pendapatan Rp900 miliar hingga Rp1 triliun pada tahun 2026 dapat tercapai. Perusahaan juga mematok target laba bersih di angka Rp320 miliar dengan tetap menjaga efisiensi operasional.

Optimisme tersebut didasari oleh tren pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan dalam tiga tahun terakhir. Pendapatan JECX terus menunjukkan kenaikan, dari Rp825,1 miliar pada 2023 menjadi Rp926,8 miliar pada 2025.

Meski sempat mengalami fluktuasi laba bersih akibat biaya pembukaan unit layanan baru, fundamental perusahaan dinilai tetap kokoh. Laba bersih tercatat kembali meningkat sebesar 13% menjadi Rp73,76 miliar pada 2025.

Sebagai informasi, JECX kini mengoperasikan lima rumah sakit khusus mata dan 11 klinik yang tersebar di berbagai daerah. Jaringan ini mencakup wilayah Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.

Pertumbuhan sektor kesehatan di Indonesia saat ini memang tengah menunjukkan dinamika yang signifikan. Fenomena IPO di sektor ini, termasuk JECX, menjadi bagian dari tren pasar modal yang marak terjadi sepanjang Juli 2026.