InvestasiPerbankan

Pemerintah Antisipasi Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Beban Utang Negara

123
×

Pemerintah Antisipasi Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Beban Utang Negara

Sebarkan artikel ini
purbaya-sebut-beban-utang-valas-bisa-naik-buntut-rupiah-rp18-ribu
Purbaya Sebut Beban Utang Valas Bisa Naik Buntut Rupiah Rp18 Ribu

Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali tertekan di perdagangan Kamis (4/6) pagi. Mata uang Garuda melemah 49 poin atau 0,27 persen, sehingga menembus level Rp18.016 per dolar AS.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa pelemahan ini memberikan dampak langsung terhadap beban pembayaran bunga utang negara, khususnya yang menggunakan denominasi mata uang asing.

“Kuponnya sih konstan, cuma pada waktu rupiah melemah, ya meningkat dalam rupiah pembayarannya,” ujar Purbaya usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (4/6).

Meski beban pembayaran dalam rupiah membengkak, pemerintah memastikan kondisi tersebut tidak akan berakibat fatal bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya menegaskan, situasi ini sudah masuk dalam simulasi dan perhitungan yang telah disiapkan.

Pemerintah mengklaim posisi rupiah saat ini masih berada dalam rentang fundamental yang telah diantisipasi. Walaupun asumsi kurs dalam APBN 2026 dipatok di angka Rp16.500 per dolar AS, pihaknya telah melakukan penyesuaian perhitungan dengan mempertimbangkan berbagai dinamika, termasuk harga BBM.

“Ini masih dalam range perhitungan kita yang sebelumnya. Kami sudah hitung saat simulasi kenaikan harga BBM, penyesuaiannya cukup tinggi,” pungkasnya.