News

Festival Minangkabau 2026 Perkuat Ekonomi dan Pariwisata Sumatera Barat

66
×

Festival Minangkabau 2026 Perkuat Ekonomi dan Pariwisata Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
festival-minangkabau-2026-dibuka,-gubernur-tegaskan-budaya-jadi-penggerak-pariwisata-dan-ekonomi-masyarakat
Festival Minangkabau 2026 Dibuka, Gubernur Tegaskan Budaya Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

Tanah Datar – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membuka Festival Minangkabau 2026 secara resmi di Istano Basa Pagaruyung dan Lapangan Cindua Mato pada Kamis (25/6/2026).

Kesuksesan festival ini kembali menempatkannya dalam jajaran agenda nasional Kharisma Event Nusantara karena manajemen pengelolaannya yang dinilai sangat profesional.

Bagi Mahyeldi, pelestarian adat merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendongkrak sektor pariwisata daerah.

Ia memandang perhelatan ini sebagai sarana vital dalam menjaga jati diri budaya sembari memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas.

Berbagai kegiatan seperti makan bajamba, pawai budaya, hingga pameran produk UMKM dirancang untuk membuktikan bahwa tradisi Minangkabau tetap relevan di era modern.

Data triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan sektor pariwisata memberikan kontribusi besar dengan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat hingga 5,02 persen.

Demi memperluas jangkauan promosi ke skala global, pemerintah provinsi kini menggencarkan strategi pemasaran digital yang melibatkan para influencer.

Nova Arisne yang hadir mewakili Kementerian Pariwisata RI memberikan apresiasi mendalam atas peran ajang ini sebagai lokomotif kebangkitan ekonomi kreatif.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengajak masyarakat untuk menjadikan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai fondasi dalam menjaga warisan leluhur.

Eka berharap rangkaian acara berskala besar ini mampu memulihkan geliat pariwisata di wilayah Tanah Datar pascabencana.

Kemeriahan pembukaan turut disaksikan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, sejumlah kepala daerah se-Sumatera Barat, serta delegasi bundo kanduang dari berbagai negara.