Agam – Pemerintah Kabupaten Agam mengevaluasi implementasi program Nagari Creative Hub Berbasis Masjid (NCHBM) tahun 2026 dalam rapat koordinasi di Aula Bappeda, Kamis (25/6).
Agenda ini bertujuan mengoptimalkan fungsi masjid agar bertransformasi menjadi pusat inovasi dan penggerak ekonomi masyarakat, tidak sekadar menjadi tempat ibadah.
Bupati Agam, Benni Warlis, menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai ruang inkubasi bagi generasi muda agar lebih adaptif dan produktif menghadapi tantangan zaman.
“Masjid bukan hanya tempat melaksanakan shalat lima waktu, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan pengembangan generasi,” ujar Benni.
Pemerintah daerah mengusung spirit “Bangkik dari Surau” untuk mencetak generasi berkarakter yang mampu memadukan nilai keagamaan dengan kemajuan ekonomi lokal.
Benni menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera merancang langkah intervensi strategis sesuai bidang tugas masing-masing.
Pihak pemerintah nagari juga diminta lebih proaktif menggerakkan elemen NCHBM demi memastikan manfaat program dirasakan langsung oleh warga.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam, Handria Asmi, menyebut forum evaluasi ini krusial untuk menyelaraskan persepsi antar pemangku kepentingan.
Menurut Handria, pertemuan tersebut menjadi instrumen penting untuk terus meningkatkan kualitas dan efektivitas program dari tahun ke tahun.
Program NCHBM dirancang untuk melahirkan wirausaha muda, memperkuat sektor UMKM, serta menyediakan wadah pelatihan berbasis potensi lokal.
Seluruh target pengembangan tersebut tetap berpijak teguh pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Hasil koordinasi ini akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan masa depan guna mewujudkan nagari yang inovatif dan memiliki daya saing global.







