Bursa Saham

Respons Amman Mineral Terkait Rumor Dual Listing di Bursa Hong Kong

63
×

Respons Amman Mineral Terkait Rumor Dual Listing di Bursa Hong Kong

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memilih untuk tidak memberikan tanggapan resmi terkait spekulasi pasar mengenai rencana pelaksanaan pencatatan saham ganda (dual listing) di Bursa Saham Hong Kong. Manajemen emiten pertambangan tersebut menegaskan bahwa perusahaan saat ini tetap fokus pada eksekusi strategi bisnis yang telah ditetapkan.

Isu mengenai rencana ekspansi pasar modal tersebut mencuat setelah laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa AMMN tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah bank investasi. Langkah ini ditujukan untuk memfasilitasi proses penawaran saham di bursa Hong Kong dalam waktu dekat.

Vice President Corporate Communications Amman Mineral Internasional, Kartika Octaviana, menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat mengomentari rumor yang beredar di pasar. Fokus utama perseroan saat ini adalah mendorong pertumbuhan berkelanjutan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Jika rencana dual listing tersebut terealisasi, AMMN akan mengikuti langkah strategis serupa yang sebelumnya dilakukan oleh emiten pertambangan domestik lainnya, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Pada Juni lalu, pemegang saham EMAS telah melepas surat berharga penitipan saham Hong Kong atau Hong Kong Depositary Receipt (HKDRT) senilai sekitar US$ 304 juta.

Pasar modal Hong Kong sendiri saat ini masih menjadi destinasi utama bagi perusahaan global untuk melakukan penggalangan dana melalui penawaran saham perdana. Meskipun sempat mengalami tekanan pada tahun 2026, bursa tersebut mencatatkan total perolehan dana mencapai hampir US$ 35 miliar.

Salah satu transaksi besar yang baru saja terjadi di bursa tersebut adalah pencatatan saham senilai US$ 3,1 miliar oleh pemasok komponen Apple, yakni Luxshare Precision Industry. Aktivitas pasar yang dinamis ini menjadi daya tarik bagi perusahaan-perusahaan besar untuk memperluas basis investor mereka secara internasional.

Di dalam negeri, sentimen terkait isu dual listing ini direspons positif oleh pergerakan harga saham AMMN di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan Senin (13/7) siang, saham AMMN terpantau menguat sebesar 0,85 persen ke level Rp 3.540 per lembar saham.

Kendati mengalami kenaikan harian, performa saham AMMN sejak awal tahun masih berada dalam tren koreksi yang cukup dalam. Data perdagangan menunjukkan bahwa harga saham perusahaan telah turun sebesar 44,90 persen secara year-to-date (ytd).

Pergerakan harga saham emiten sektor pertambangan ini juga terjadi di tengah kondisi pasar keuangan yang menantang. Selain isu korporasi, investor saat ini tengah mencermati dinamika ekonomi makro serta fluktuasi nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Langkah strategis AMMN ke depan diprediksi akan sangat bergantung pada kondisi pasar global dan kesiapan internal perusahaan. Pasar akan terus memantau apakah inisiatif pencatatan saham di luar negeri ini akan menjadi langkah nyata bagi perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan mereka di masa depan.