YOGYAKARTA – PT Pegadaian (Persero) menyalurkan bantuan 50 unit Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) senilai Rp1,4 miliar untuk mendukung penguatan ekonomi kerakyatan di Yogyakarta.
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pegadaian dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP).
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa.
Penghargaan berupa miniatur becak listrik diserahkan kepada Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, di Sasana Hinggil Kraton Yogyakarta, Kamis (16/7).
Penyaluran bantuan ini bertepatan dengan upaya Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta dalam menggalakkan program zona emisi rendah.
Kebijakan tersebut diterapkan di kawasan Jalan Malioboro dan Jalan Margo Mulya sebagai bagian dari pemenuhan standar warisan budaya dunia UNESCO.
Pemerintah daerah saat ini membatasi hingga melarang operasional becak motor berbahan bakar minyak di kawasan tersebut.
Penggunaan becak kayuh tradisional dan becak dengan bantuan motor listrik menjadi solusi utama pemerintah bagi para pengemudi.
Desain armada Bekalista yang disalurkan Pegadaian telah disesuaikan dengan pakem kendaraan tradisional Yogyakarta.
Ketentuan tersebut merujuk pada Peraturan Daerah Provinsi DI Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2016 mengenai moda transportasi lokal.
Tribuana Tunggadewi menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap pilar lingkungan dan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa program ini bertujuan menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM transportasi tradisional.
Penggunaan motor listrik pada becak diharapkan mampu menekan biaya operasional harian bagi para pengemudi.
Langkah ini juga memastikan mata pencaharian pengemudi becak tetap terjaga di tengah transisi kebijakan transportasi di Yogyakarta.
Program Bekalista ini dirancang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Inisiatif tersebut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-13 terkait penanganan perubahan iklim.
Selain itu, program ini juga menyasar TPB ke-8 yang berfokus pada penyediaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Kehadiran 50 armada baru ini diharapkan menjadi pemantik ekosistem transportasi yang komprehensif dan ramah lingkungan.
Pegadaian berharap keberhasilan program di Yogyakarta dapat menjadi inspirasi bagi kota wisata budaya lainnya di Indonesia.
Implementasi konsep transportasi hijau yang inklusif dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata nasional.
Sebelumnya, dukungan serupa terhadap UMKM dan pelaku usaha kecil juga telah dilakukan berbagai pihak untuk mendorong ekonomi kerakyatan di daerah lain.
Sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang.
Hingga saat ini, PT Pegadaian terus berkomitmen untuk memperluas kontribusi sosialnya melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia.






