Bursa Saham

IHSG Menguat Didorong Aliran Dana Asing dan Peningkatan Transaksi

78
×

IHSG Menguat Didorong Aliran Dana Asing dan Peningkatan Transaksi

Sebarkan artikel ini
Layar monitor yang menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berwarna hijau
IHSG mencatatkan penguatan signifikan yang didorong oleh aliran modal asing dan peningkatan nilai transaksi harian.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan tren penguatan signifikan di tengah tekanan pasar global yang masih membayangi. Kenaikan ini ditopang oleh lonjakan nilai transaksi harian serta kembalinya aliran modal asing atau foreign inflow ke pasar modal domestik.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih berada dalam tren positif. Kondisi ini terutama didorong oleh akumulasi pembelian asing pada saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps.

Data mencatat rata-rata nilai transaksi harian pada pekan lalu melonjak 36,25% menjadi Rp13,99 triliun. Investor asing juga tercatat membukukan net buy sebesar Rp725,11 miliar pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Liza memproyeksikan jika IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 6.100 hingga 6.150, indeks memiliki peluang untuk menguji area resistensi berikutnya di level 6.250 hingga 6.300. Namun, ia menekankan bahwa penguatan saat ini masih dikategorikan sebagai relief rally.

Kondisi tersebut dinilai belum mencerminkan perubahan tren pasar secara menyeluruh atau full market re-rating. Oleh karena itu, pasar diprediksi masih akan mengalami volatilitas yang cukup tinggi dalam waktu dekat.

Keberlanjutan reli IHSG sangat bergantung pada konsistensi aliran dana asing ke saham-saham berkapitalisasi jumbo. Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah serta arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia akan menjadi faktor penentu utama.

Penguatan indeks saat ini didorong oleh dua pilar utama, yakni sektor perbankan besar dan saham konglomerasi. Saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi motor penggerak utama.

Di sisi lain, saham-saham konglomerasi seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrosea Tbk (PTRO), serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga memberikan kontribusi signifikan. Emiten lainnya seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turut mencatatkan performa positif.

Terkait strategi investasi, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham unggulan untuk semester II 2026. Daftar tersebut mencakup PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), hingga PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).

Selain itu, saham sektor telekomunikasi dan infrastruktur seperti PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) juga masuk dalam radar investor. Sektor konsumer seperti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pun dinilai memiliki prospek menarik.

Secara terpisah, pengamat pasar modal, Irwan Ariston, menilai pergerakan IHSG saat ini masih dalam batas wajar. Menurutnya, belum terdapat sentimen kuat yang mampu menjadi katalis pendorong utama bagi pasar.

Pelaku pasar saat ini dikabarkan masih menanti langkah nyata pemerintah terkait perbaikan struktur anggaran negara. Stimulus fiskal tersebut diharapkan mampu memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi domestik ke depan.