JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada perdagangan awal pekan, Senin (20/7/2026). Indeks ditutup menguat 0,91% atau naik 56,24 poin ke level 6.231,78.
Penguatan IHSG terjadi di tengah tekanan eksternal akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent sempat menyentuh level US$90 per barel dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Dominasi aksi beli di pasar domestik menjadi faktor utama penopang kenaikan indeks. Sektor industri mencatatkan performa paling impresif, meski sektor teknologi bergerak terkoreksi.
Analis mencatat bahwa penguatan hari ini didukung oleh aliran dana masuk atau inflow ke pasar saham dalam tiga hari terakhir. Optimisme investor terhadap sentimen domestik dinilai masih cukup terjaga.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat justru menunjukkan pelemahan. Mata uang Garuda tercatat melemah 0,15% ke level Rp17.948 per dolar AS di pasar spot.
Secara teknikal, indikator histogram positif MACD menunjukkan pelebaran yang positif. Namun, Stochastic RSI terpantau sudah berada di area overbought atau jenuh beli.
IHSG saat ini telah ditutup di atas garis MA50 dengan didukung oleh peningkatan volume transaksi. Indeks diprediksi berpotensi menguji level resistance pada rentang 6.250 hingga 6.300.
Meski demikian, para analis memperingatkan adanya potensi kenaikan terbatas pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Pasar dinilai rawan mengalami aksi ambil untung setelah kenaikan signifikan hari ini.
Investor saat ini tengah menantikan rilis kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate). Konsensus pasar memperkirakan adanya potensi kenaikan suku bunga acuan ke level 6%.
Selain kebijakan domestik, pelaku pasar juga mencermati agenda global lainnya. Hal tersebut mencakup rilis data PMI global serta keputusan suku bunga dari Bank Sentral Eropa (ECB).
Terkait strategi investasi, sejumlah saham mencatatkan perhatian khusus dari para analis. Saham-saham tersebut di antaranya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan rentang harga Rp4.320-Rp4.600.
Selain itu, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) disarankan untuk dicermati pada rentang Rp164-Rp170. Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) juga masuk dalam radar dengan kisaran harga Rp432-Rp468 per saham.
Secara keseluruhan, pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek. Keseimbangan antara sentimen domestik dan ketidakpastian global akan menjadi penentu arah IHSG ke depan.
Level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 6.137 hingga 6.194. Sementara itu, level resistance diproyeksikan berada di area 6.261 hingga 6.416.






