Energi

Harga Minyak WTI Terkoreksi Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah

89
×

Harga Minyak WTI Terkoreksi Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Kilang minyak mentah beroperasi dengan latar belakang langit cerah di area industri
Harga minyak mentah WTI tercatat mengalami koreksi tipis di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.

JAKARTA – Harga minyak mentah dunia mengalami koreksi tipis pada perdagangan Selasa (21/7/2026) pagi. Kondisi ini terjadi di tengah bayang-bayang ketegangan geopolitik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Data dari New York Mercantile Exchange menunjukkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2026 berada di level US$ 83,17 per barel pada pukul 07.24 WIB. Angka tersebut mencatatkan penurunan sebesar 0,07% dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level US$ 83,23 per barel.

Koreksi tipis ini dinilai sebagai respons pasar yang cenderung stabil setelah harga minyak sempat mencatatkan kenaikan selama dua hari berturut-turut. Stabilitas harga saat ini dipengaruhi oleh dinamika konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Ketegangan semakin meningkat menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berjanji akan memberikan balasan tegas kepada Teheran. Tindakan tersebut direncanakan sebagai respons atas tewasnya sejumlah tentara Amerika dalam insiden yang memicu eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Pada saat yang sama, ancaman baru muncul dari kelompok militan Houthi di Yaman. Kelompok yang didukung oleh Iran tersebut secara terbuka menyatakan akan memberlakukan larangan lalu lintas maritim bagi kapal-kapal asal Arab Saudi di jalur Laut Merah.

Menanggapi ancaman tersebut, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna melindungi armada kapal negara. Langkah perlindungan ini akan dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum internasional yang berlaku.

Analis pasar menyoroti bahwa gangguan pada infrastruktur energi, terutama pada jalur pelayaran strategis, memiliki potensi dampak yang signifikan. Gangguan tersebut dikhawatirkan dapat memicu lonjakan harga minyak secara mendadak di pasar global.

Rob Thummel, manajer portofolio senior di Tortoise Capital LLC, menilai bahwa kondisi cadangan minyak dunia saat ini berada pada posisi yang cukup ketat. Menurutnya, persediaan yang menipis membuat pasar tidak memiliki banyak ruang untuk menghadapi kesalahan atau gangguan pasokan.

Di sisi lain, pergerakan komoditas global pada hari yang sama menunjukkan tren yang kontras. Berbeda dengan minyak yang terkoreksi, harga emas justru mencatatkan kenaikan pada perdagangan Selasa pagi.

Harga emas untuk pengiriman Agustus 2026 di Commodity Exchange tercatat berada di posisi US$ 4.020,90 per ons troi pada pukul 07.34 WIB. Investor tampak memantau ketat perkembangan konflik di Timur Tengah sebagai faktor utama yang mendorong permintaan terhadap aset aman atau safe haven tersebut.

Kombinasi antara fluktuasi harga minyak dan kenaikan harga emas mencerminkan sikap kehati-hatian pelaku pasar global. Ketidakpastian geopolitik diprediksi akan terus menjadi sentimen utama yang menggerakkan volatilitas harga komoditas dalam beberapa waktu ke depan.